Kamis, 02 APRIL 2026 • 11:41 WIB

Mal Lembuswana Resmi Jadi Aset Pemprov Kaltim

Author

Mal Lembuswana akan resmi kembali ke tangan pemerintah daerah. (Foto: Istimewa)
KALTIM -
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersiap mengambil alih penuh kepemilikan salah satu aset komersial paling ikonik di Kota Samarinda.

Pada 26 Juli 2026, Mal Lembuswana akan resmi kembali ke tangan pemerintah daerah setelah selama 30 tahun dikelola oleh pihak swasta melalui skema bangun guna serah (Build-Operate-Transfer/BOT).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memastikan bahwa berakhirnya masa kontrak dengan PT Cipta Sumena Indah Satresna ini menjadi momentum bagi daerah untuk memaksimalkan potensi pendapatan dari aset tersebut.

Dalam masa transisi ini, pemerintah akan melibatkan Perusahaan Daerah (Perusda) secara aktif.

Perusda ditugaskan untuk merancang konsep kemitraan yang lebih optimal dan menguntungkan bagi daerah sebelum nantinya dibuka untuk seleksi pengelola.

Baca juga: Tepis Kesan Kumuh, Pemkot Samarinda Jadikan Sampah Rumah Tangga Sebagai Alat Sedekah

"Begitu kontrak selesai, asetnya kembali sepenuhnya ke pemerintah daerah. Kami melibatkan Perusda untuk merancang skema pengelolaan yang benar-benar memberikan kontribusi maksimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Seno Aji, Sabtu (28/3/2026).

Pemerintah menegaskan tidak akan menutup diri terhadap investasi luar.

Namun, standar yang ditetapkan akan jauh lebih ketat dibandingkan tiga dekade lalu.

Mekanisme seleksi terbuka akan diberlakukan untuk menjaring mitra yang mampu menawarkan inovasi ritel terbaik.

"Semua pihak punya kesempatan yang sama, selama memberikan penawaran yang paling menguntungkan. Kami mencari pengelola yang mampu menjaga eksistensi mal ini di tengah persaingan ritel yang semakin ketat,” jelas Seno.

Baca juga: Bukan Mimpi Lagi! SMAN 10 Samarinda Buka Akses Kuliah Luar Negeri Lewat Pendampingan Unpad



Salah satu poin krusial dalam pengambilalihan ini adalah keinginan Pemprov Kaltim untuk memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Mal Lembuswana diharapkan tidak hanya menjadi rumah bagi brand besar, tetapi juga menjadi inkubator bagi UMKM Kalimantan Timur untuk naik kelas.

Evaluasi lintas perangkat daerah saat ini sedang dimatangkan untuk mengkaji kemungkinan inovasi fungsi kawasan, agar mal ini tetap relevan dengan tren pasar masa kini.

“Harapannya, ke depan Mal Lembuswana tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai pusat ekonomi yang lebih produktif bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkas Seno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU