Selasa, 07 APRIL 2026 • 22:00 WIB

Efek Domino IKN Tahap Dua, Mobilitas Pekerja Dorong Kebutuhan Hunian di Balikpapan

Author

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih memegang peranan dominan sebagai penopang utama pembiayaan hunian di Balikpapan. (Foto: Novi Abdi/ANTARA)
KALTIM -
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini memasuki tahap kedua diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi sektor properti di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2026.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di kota penyangga utama ini berpotensi meningkat tajam seiring dengan masifnya aktivitas industri dan mobilitas pekerja.

Kepala Perwakilan BI Kota Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa kelanjutan pembangunan IKN di tahap dua ini memberikan dorongan tambahan bagi pasar perumahan karena aktivitas ekonomi yang mulai bergerak dinamis.

“Pembangunan IKN berlanjut tahap dua dan aktivitas industri yang mulai bergerak meningkatkan mobilitas pekerja diperkirakan memberi dorongan tambahan bagi pasar perumahan,” ujar Robi Ariadi pada Sabtu (4/4/2026).

Dalam dinamika pasar properti tersebut, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih memegang peranan dominan sebagai penopang utama pembiayaan hunian di Balikpapan.

Baca juga: Tepis Kesan Kumuh, Pemkot Samarinda Jadikan Sampah Rumah Tangga Sebagai Alat Sedekah

Robi mencatat bahwa penyaluran KPR di Kota Beriman telah mencapai Rp4,97 triliun pada akhir 2025, yang menjadikan instrumen ini sebagai cara utama masyarakat memiliki rumah dengan porsi mencapai 78 persen dari total transaksi.

Pertumbuhan penyaluran KPR tercatat sebesar 4,16 persen secara tahunan, meskipun angka ini tidak setinggi periode sebelumnya.

Menurutnya, KPR tetap menjadi solusi karena harga rumah di Balikpapan saat ini berada di atas kemampuan bayar tunai sebagian besar keluarga, sehingga fasilitas cicilan jangka panjang menjadi pilihan paling realistis.

Meskipun pasar residensial secara umum bergerak lebih pelan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, minat terhadap rumah tapak tidak lantas memudar.

Fenomena menarik terlihat pada akhir 2025, di mana rumah tipe besar justru mencatatkan penjualan yang lebih baik.

Baca juga: Prabowo Janjikan Jutaan Rumah Murah dan Pangan Terjangkau bagi Rakyat

Hal ini mengindikasikan adanya segmen pembeli tertentu yang tetap aktif, terutama mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih kuat atau membutuhkan ruang tinggal yang lebih luas di tengah perubahan aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, kualitas kredit di sektor ini dinilai masih terjaga dengan sangat baik, di mana tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap berada di bawah angka lima persen.

Robi Ariadi menegaskan bahwa stabilnya kemampuan masyarakat dalam membayar kredit menunjukkan ketahanan ekonomi warga Balikpapan meskipun terjadi transisi aktivitas besar-besaran akibat proyek IKN.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU