Sabtu, 11 APRIL 2026 • 08:40 WIB

Cara Menuju Pulau Kakaban dan Etika Snorkeling yang Benar

Author

Pulau Kakaban
KALTIM -
Pulau Kakaban merupakan permata tersembunyi di Kabupaten Berau yang menawarkan pengalaman sekali seumur hidup yaitu berenang bersama ribuan ubur-ubur tanpa sengat.

Di danau purba yang terisolasi selama ribuan tahun ini, ubur-ubur telah kehilangan kemampuan alaminya untuk menyengat karena tidak adanya predator.

Keajaiban evolusi ini menjadikan Kakaban sebagai salah satu dari sedikit tempat di dunia yang memungkinkan manusia berinteraksi sedekat mungkin dengan biota laut tersebut secara aman dan magis.

Baca juga: Danau Ubur-ubur Makin Cantik! Jalur Boardwalk Kakaban Kini Mencapai 600 Meter

Rute dan Akses Menuju Kepulauan Derawan

Perjalanan menuju surga tropis ini biasanya dimulai dengan penerbangan menuju Bandara Kalimarau di Berau atau Bandara Juwata di Tarakan.

Setelah mendarat, wisatawan harus melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat menuju pelabuhan, lalu menyeberang dengan speedboat menuju Pulau Derawan atau Pulau Maratua.

Dari kedua pulau utama tersebut, wisatawan dapat menyewa kapal cepat untuk melakukan island hopping menuju Kakaban dengan waktu tempuh sekitar 45 hingga 60 menit, tergantung kondisi gelombang laut.

Baca juga: Bukan Derawan, Pulau Maratua Jadi Magnet Terkuat Wisatawan Mancanegara di Berau

Larangan Tabir Surya Demi Kesehatan Danau

Sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang ketat, pengunjung dilarang keras menggunakan tabir surya (sunblock atau sunscreen) sesaat sebelum menceburkan diri ke Danau Kakaban.

Zat kimia yang terkandung dalam tabir surya dapat mencemari ekosistem danau yang airnya tidak bersirkulasi secara bebas ke laut lepas.

Penumpukan zat kimia ini berpotensi meracuni ubur-ubur dan merusak kejernihan air, sehingga wisatawan disarankan menggunakan pakaian renang lengan panjang atau rash guard sebagai pelindung sinar matahari.

Baca juga: Meresahkan! PMI Berau Minta Warga Abaikan Permintaan Uang Transfusi Lewat WhatsApp

Etika Snorkeling dan Larangan Penggunaan Kaki Katak

Saat berada di dalam air, terdapat protokol keamanan yang sangat ketat yakni larangan menggunakan kaki katak (fins).

Tubuh ubur-ubur sangat lunak dan rentan robek, sehingga sabetan atau benturan dari kaki katak dapat berakibat fatal bagi mereka.

Wisatawan diharapkan berenang secara perlahan menggunakan gerakan tangan yang lembut untuk berpindah tempat agar tidak melukai kawanan ubur-ubur yang melayang di sekitar permukaan air.

Menjaga Integritas Biota Laut Purbakala

Selain larangan penggunaan alat tertentu, pengunjung diingatkan untuk tidak mengangkat ubur-ubur keluar dari permukaan air atau memegangnya dengan kasar.

Mengangkat ubur-ubur ke udara dapat merusak rongga tubuh mereka yang rapuh.

Menjaga jarak yang sopan dan membiarkan ubur-ubur mendekat secara alami adalah cara terbaik untuk menikmati keindahan danau ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU