Sabtu, 25 APRIL 2026 • 21:44 WIB

Tampil Perkasa di Samarinda, Reifan dan Asyraf Bawa Pulang Trofi Juara Domino ke Bontang

Author

Dua atlet andalan di bawah naungan Federasi Domino Nasional (Orado) Kota Bontang, Reifan Ezzar Tsaqiif dan Muhammad Asyraf Wahyu (Tengah). (Foto: Nurul Azmi/INDOZONE)
KALTIM -
Dua atlet andalan di bawah naungan Federasi Domino Nasional (Orado) Kota Bontang, Reifan Ezzar Tsaqiif dan Muhammad Asyraf Wahyu, sukses keluar sebagai kampiun dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang digelar di GOR Segiri, Samarinda, Sabtu (11/4/2026) lalu.

Baca juga: Hanya di Kaltim, Ratusan Atlet Layangan Adu Mekanik Demi Seleksi FORNAS

Strategi Matang di Laga Final

Langkah Reifan dan Asyraf menuju podium tertinggi tidaklah mudah.

Pada partai final, mereka harus berhadapan dengan tim kuat asal tuan rumah, Samarinda.

Atmosfer GOR Segiri yang dipadati pendukung lawan tidak menyiutkan nyali duo atlet kebanggaan Bontang ini.

Tampil dengan ketenangan luar biasa dan strategi yang matang, Reifan dan Asyraf terlibat dalam drama pertandingan yang sengit.

Ketangguhan mental mereka teruji saat berhasil mengunci kemenangan tipis dengan skor akhir 2-1.

“Pertandingan final sangat menguras energi dan konsentrasi, apalagi lawan adalah tuan rumah. Tapi kami tetap fokus pada strategi dan mencoba membaca setiap langkah lawan dengan tenang,”ungkap Reifan setelah memastikan kemenangan.

Baca juga: Bontang Bertekad Jadi Kota Penghasil Atlet Berprestasi, Wawali Agus Haris Buka Raker KONI

Penghargaan dan Pengakuan Prestasi

Atas keberhasilan tersebut, Reifan dan Asyraf berhak membawa pulang Piala Kejuaraan sebagai simbol supremasi tertinggi level provinsi, serta sertifikat penghargaan resmi.

Kemenangan ini sekaligus memastikan trofi juara resmi diboyong ke Kota Taman.

Baca juga: Atlet Catur Balikpapan Chelsie Monica Harumkan Nama Indonesia di SEA Games Thailand 2025

Terganjal Regulasi Nasional

Meskipun menyandang gelar terbaik di tingkat provinsi, langkah pasangan ini untuk melaju ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) harus terganjal aturan administratif.

Diketahui, usia kedua atlet tersebut melewati batas regulasi yang ditetapkan oleh panitia nasional dengan selisih waktu hanya 3 bulan.

Meski batal berlaga di level nasional karena faktor teknis usia, pihak Orado Bontang tetap memberikan apresiasi tinggi atas performa luar biasa yang ditunjukkan atletnya.

“Walaupun ada kendala administratif mengenai usia untuk lanjut ke Kejurnas, hasil di Kejurprov ini tetap menjadi catatan sejarah penting. Ini membuktikan bahwa pembinaan atlet domino di Bontang sangat kompetitif dan berada di jalur yang benar,” ujar perwakilan tim Orado Bontang.

Kemenangan atas Samarinda di partai puncak menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan atlet di Bontang berjalan maksimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU