Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 17:41 WIB

Hanya di Kaltim, Ratusan Atlet Layangan Adu Mekanik Demi Seleksi FORNAS

Hanya di Kaltim, Ratusan Atlet Layangan Adu Mekanik Demi Seleksi FORNASFaisal saat menyerahkan piala juara. (Foto: Istimewa)
KALTIM -
Langit di atas eks Bandara Temindung mendadak jadi arena pertempuran udara yang penuh warna.

Ratusan atlet layangan dari berbagai penjuru tanah air berkumpul di Samarinda untuk menunjukkan kesaktian mereka menaklukkan angin Bumi Etam dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Layang-Layang yang berlangsung hingga Minggu (8/2/2026) kemarin.

Ajang ini bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan panggung bagi 96 peserta profesional untuk adu mekanik dalam mengendalikan layangan demi memperebutkan tiket menuju Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS).

Baca juga: Bontang Bertekad Jadi Kota Penghasil Atlet Berprestasi, Wawali Agus Haris Buka Raker KONI

Seleksi Ketat Menuju Panggung Nasional

Ketua Pelangi Kaltim, Alwi H, menegaskan bahwa Kejurnas ini merupakan ajang seleksi krusial bagi para atlet lokal.

Kaltim, yang dikenal sebagai salah satu lumbung atlet olahraga rekreasi di bawah naungan KORMI, ingin memastikan hanya perwakilan terbaik yang akan berangkat membawa nama daerah.

"Ini bukan sekadar main layang-layang biasa. Ada teknik tinggi, strategi membaca arah angin, dan konsistensi kendali. Jika salah sedikit saja, layangan sobek atau menyentuh tanah, mereka langsung gugur,” ujar Alwi.

Dengan ketinggian terbang mencapai 50 meter, para atlet dituntut memiliki fisik yang prima dan konsentrasi penuh dalam kategori freestyle.

Tak tanggung-tanggung, total hadiah Rp20 juta disiapkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Baca juga: Atlet Catur Balikpapan Chelsie Monica Harumkan Nama Indonesia di SEA Games Thailand 2025

Strategi Digital Detox dari Bekas Landasan Pacu

Keunikan ajang ini juga terlihat dari dampaknya terhadap gaya hidup masyarakat.

Di saat banyak daerah bergelut dengan masalah kecanduan gawai pada remaja, Kaltim justru memanfaatkan eks Bandara Temindung sebagai pusat kegiatan luar ruangan yang produktif.

Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menilai aktivitas para atlet layangan ini menjadi inspirasi nyata bagi anak muda Samarinda.

"Olahraga ini dilakukan dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Ini adalah cara sehat agar anak-anak kita tidak terus terpaku pada gadget. Bergerak di bawah sinar matahari jauh lebih baik daripada pasif di depan layar," ungkap Faisal saat menyerahkan piala juara.

Menuju Rekor MURI 3.000 Layang-Layang

Ambisi para atlet di Kaltim tidak berhenti sampai di sini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hanya di Kaltim, Ratusan Atlet Layangan Adu Mekanik Demi Seleksi FORNAS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!