KALTIM - Sayur Gangan Asam Kutai adalah hidangan berkuah khas masyarakat Kutai di Kalimantan Timur yang memiliki cita rasa segar, asam, dan gurih. Kuliner tradisional ini menjadi salah satu representasi kekayaan masakan sungai khas Kalimantan karena menggunakan ikan air tawar segar sebagai bahan utama, terutama ikan gabus.
Kuahnya berwarna kekuningan dengan rasa asam yang berasal dari asam jawa atau asam kedondong hutan, dipadukan dengan rempah-rempah lokal seperti kunyit, serai, lengkuas, dan bawang merah. Hidangan ini biasanya menggunakan kombinasi bahan seperti Ikan gabus segar, talas, kangkung, jantung pisang batu, terong asam atau belimbing wuluh, cabai dan rempah khas Kalimantan.
Baca juga: 128 CPNS Kutai Timur Tuntaskan Latsar, Seluruh Peserta Lulus 100 Persen
Perpaduan bahan tersebut menciptakan rasa yang kompleks: gurih dari ikan, segar dari sayuran, dan asam ringan yang khas. Tekstur talas yang lembut serta jantung pisang yang sedikit renyah membuat hidangan ini semakin unik dibanding sayur asam dari daerah lain di Indonesia.
Dalam budaya masyarakat Kutai, Sayur Gangan Asam sering hadir sebagai menu rumahan sehari-hari, tetapi juga kerap disajikan dalam acara keluarga, syukuran, hingga tradisi adat. Hidangan ini biasanya disantap bersama nasi hangat dan sambal khas Kalimantan.
Selain memiliki nilai budaya, Sayur Gangan Asam Kutai juga dikenal kaya nutrisi. Ikan gabus mengandung protein tinggi dan albumin yang baik untuk kesehatan tubuh, sementara kangkung, talas, dan jantung pisang kaya serat serta vitamin. Karena menggunakan banyak bahan alami dan minim santan, makanan ini juga dianggap lebih ringan dan sehat.
Saat ini, Sayur Gangan Asam Kutai masih mudah ditemukan di berbagai rumah makan tradisional di kota-kota seperti Tenggarong, Samarinda, dan Balikpapan. Kehadiran kuliner ini turut membantu menjaga identitas budaya Kutai sekaligus mendukung pelaku UMKM dan wisata kuliner lokal di Kalimantan Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesia Travel