KALTIM - Presiden RI Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan besar-besaran di tubuh pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Negara memutuskan untuk mengangkat tiga figur baru di jajaran teras lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut guna menggantikan posisi pimpinan lama yang resmi dicopot.
Pergantian kepemimpinan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sebuah pernyataan pers resmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Perubahan ini mencakup posisi kepala hingga seluruh posisi wakil kepala.
"Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi.
Baca juga: Kebut Target Badan Gizi Nasional, Pemkot Bontang Siapkan 5 SPPG Khusus Daerah Terpencil
Komposisi Baru Pimpinan Badan Gizi Nasional
Guna menggantikan peran Dadan Hindayana, Lodewijk Pusung, dan Sony Sonjaya, Presiden Prabowo mempercayakan tongkat estafet kepemimpinan BGN kepada jajaran pejabat baru berikut:
- Kepala BGN: Kini dijabat oleh Nanik S. Deyang yang resmi menggantikan Dadan Hindayana.
- Wakil Kepala BGN I: Diisi oleh Agustina Arumsari yang ditunjuk untuk menggantikan Lodewijk Pusung.
- Wakil Kepala BGN II: Dipercayakan kepada Mayor Jenderal TNI Trenggono guna menggantikan Sony Sonjaya.
Baca juga: Intip Menu Makan Gratis di SDN 010 Bontang: Wawali Agus Haris Pastikan Standar Gizi Terpenuhi
Berdasarkan Hasil Monitoring dan Masukan Publik
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan krusial mengenai pergantian formasi pimpinan BGN ini diambil oleh Presiden Prabowo setelah melewati proses pemantauan serta evaluasi ketat terhadap kinerja lembaga tersebut selama kurang lebih 1,5 tahun terakhir.
Dalam rutinitas kepemimpinannya, presiden secara berkala memantau performa seluruh kabinet, termasuk efisiensi BGN dalam mengeksekusi program MBG.
Hasil evaluasi ini juga diperkuat oleh berbagai keluhan serta masukan objektif dari kementerian terkait, unsur masyarakat luas, hingga para siswa dan warga selaku penerima manfaat langsung di lapangan.
"Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo menambahkan.
Baca juga: Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Akibat Masalah SOP dan Kualitas MBG
Mandat Presiden: Segera Konsolidasi dan Perbaiki Tata Kelola
Mengingat BGN memegang peran yang sangat strategis dalam menyokong agenda nasional untuk mendongkrak kualitas gizi, lembaga ini menuntut adanya sistem tata kelola organisasi yang kokoh, koordinasi lintas sektor yang taktis, serta kepemimpinan yang cakap.
Manajemen baru kini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan patuh pada prinsip akuntabilitas.
Pemerintah turut menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras jajaran pejabat lama dalam membangun fondasi awal instansi BGN.
Selanjutnya, tiga pimpinan baru yang telah ditunjuk diinstruksikan untuk segera bergerak melakukan konsolidasi internal serta mempererat koordinasi dengan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia," pungkas Mensesneg.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia