Selasa, 21 JULI 2026 • 09:41 WIB

Tak Jauh dari Kota Bontang, Jelajahi Keajaiban Karst Jutaan Tahun di Goa Halo Tabung Maratua

Author

Goa Halo Tabung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Aaron Lisandrio/Google Maps)
KALTIM - 
Hanya dengan melintasi jalur transportasi menuju Kepulauan Derawan, para pelancong dapat langsung menjelajahi keajaiban geologi jutaan tahun di Goa Halo Tabung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau.

Terletak di Kampung Payung-Payung, destinasi wisata ini menyuguhkan kolam alami air payau berwarna biru toska yang bening hingga ke dasar, menjadikannya salah satu geosite paling diburu setelah Danau Kakaban dan Laguna Kehe Daing.

Pengelolaan kawasan wisata ini mulanya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat melalui kelompok Pelita Maratua Family, sebelum akhirnya menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kampung lewat Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sejak 2022.

Dari tarif tiket masuk sebesar Rp20 ribu per orang, separuhnya disetorkan langsung ke kas kampung untuk mendukung operasional kawasan sekaligus pembangunan desa wisata.

Baca juga: Intip Pesona Goa Halo Tabung, Rekomendasi Wisata Gratis dengan Air Sebening Kaca di Maratua

Skema pengelolaan berbasis komunitas ini terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.

"Kalau Goa itu artinya gua. Halo dalam bahasa Bajau berarti laguna, yaitu perairan yang berada di pinggir pantai sampai ke tubir. Sedangkan Tabung adalah nama ikan kakap tompel yang banyak dipancing nelayan tepat di depan lokasi wisata ini," terang penjaga sekaligus pemelihara Goa Halo Tabung, Edi Susanto.

Keunikan Geologi dan Sensasi Berenang di Air Payau

Secara geologis, Goa Halo Tabung merupakan gua karst air payau dengan kedalaman mencapai 25 meter dan kedalaman permukaan air untuk berenang sekitar 1,5 meter.

Terletak hanya 50 meter dari bibir pantai, air di dalam gua bersirkulasi langsung dengan air laut melalui rekahan batu kapur, sehingga tinggi permukaan airnya selalu mengikuti ritme pasang surut.

Baca juga: Bukan Cuma Derawan, Hutan Perawan di Berau Kini Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara

Kehadiran stalaktit berwarna putih kecokelatan di langit-langit gua menjadi saksi bisu proses pembentukan alami akibat terlarutnya batu gamping oleh air hujan berasam lemah sejak zaman purba.

Suhu udara sejuk dan ketenangan interior gua menjadi magnet utama bagi para pengunjung.

Aktivitas favorit wisatawan di lokasi ini meliputi melompat dari bibir batu kapur menuju kolam alami serta snorkeling ringan untuk menikmati kejernihan air.

Demi meningkatkan keselamatan pengunjung dari struktur batu karst yang licin, pihak pengelola kini telah membangun fasilitas tangga permanen menuju area kolam.

Didominasi Turis Asing dan Kebutuhan Sarana Dasar

Keindahan Goa Halo Tabung yang resmi dibuka sebagai objek wisata sejak akhir 2016 ini mencatatkan peningkatan kunjungan yang signifikan, khususnya pada akhir pekan yang dapat mencapai 100 orang per hari.

Menariknya, dalam dua tahun terakhir, komposisi wisatawan mulai didominasi oleh pelancong mancanegara.

Jika sebelumnya turis asal Malaysia cukup mendominasi, kini wisatawan asal Cina menjadi kelompok pengunjung asing terbesar yang datang menikmati keheningan gua karst ini.

Meski potensi pariwisatanya sangat besar dan berkelas dunia, Edi Susanto mengakui bahwa ketersediaan sarana dan prasarana dasar di lokasi masih cukup terbatas.

Pihak pengelola sangat berharap adanya sentuhan pembangunan fasilitas vital seperti toilet umum, mushala, pasokan listrik yang stabil, hingga penguatan jaringan internet.

Kelengkapan fasilitas tersebut dinilai sangat penting agar Goa Halo Tabung mampu memberikan kenyamanan maksimal serta berdaya saing tinggi di kancah pariwisata internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU