Serah terima website baru berbasis Framework Laravel di Ruang Rapat Diskominfo, Graha Taman Praja. (Foto: M Zulfikar Akbar/Prokompim Kota Bontang)
KALTIM - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, memberikan teguran keras kepada para pengelola informasi di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia meminta agar kebiasaan mengunggah konten yang kaku dan membosankan segera dihentikan.
Hal itu ditegaskannya saat menghadiri acara serah terima website baru berbasis Framework Laravel di Ruang Rapat Diskominfo, Graha Taman Praja, Senin (26/1/2026) lalu.
Dalam arahannya, Suharto menyoroti rendahnya minat masyarakat mengunjungi situs resmi pemerintah.
Baca juga: Diskominfo Bontang Luncurkan Website Resmi untuk 5 OPD dan 2 Kelurahan
Menurutnya, penyebab utama masalah tersebut adalah pola pengemasan informasi yang masih bersifat "jadul" dan terlalu formalitas.
"Terima kasih sudah dibuatkan website yang bagus secara sistem. Tapi isinya jangan monoton. Saya sering lihat isinya cuma foto rapat dan sambutan. Itu kurang menarik bagi warga, akhirnya viewer-nya sedikit," cetus Suharto di depan jajaran Diskominfo dan perwakilan OPD.
Ia menekankan bahwa masyarakat saat ini lebih menyukai informasi yang memiliki nyawa.
Ia mendorong admin website untuk beralih ke teknik storytelling atau bercerita dalam setiap publikasi program kerja.
Baca juga: Terpilih Aklamasi, Ketua Baru POBSI Bontang Bertekad Hapus Isu Negatif dan Perbaiki Transparansi
"Contoh daerah lain, kalau ada perbaikan jalan, mereka ceritakan prosesnya dari awal sampai mulus. Jadi ada informasi bermakna yang sampai ke warga, bukan sekadar foto seremonial potong pita. Kita harus kreatif!" tambahnya.
Selain urusan konten, Suharto juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan siber.
Migrasi ke sistem Laravel diharapkan tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memperkuat "pagar" digital Pemkot Bontang.
Ia mengingatkan bahwa situs pemerintah selalu menjadi target utama para peretas (hacker).
Suharto bercerita bahwa dalam pengujian sebelumnya, sistem keamanan digital sempat dengan mudah ditembus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang