Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 21:20 WIB

Ekspor Perdana Rumput Laut 15 Ton ke India, Bukti Bontang Siap Jadi Pusat Maritim Dunia

Author

Ekspor Perdana Rumput Laut Bontang ke India (Foto: PPID Kota Bontang/Yahdi)

KALTIM - Kota Bontang, yang dikenal sebagai kota industri, kini mencatatkan prestasi baru di sektor kelautan. Sebanyak 15 ton rumput laut kualitas ekspor berhasil dikirim ke India, menandai babak baru bagi komoditas unggulan daerah tersebut.

Pelepasan ekspor perdana ini secara resmi dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, pada Jumat (29/8), di Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan.

Ekspor perdana oleh PT Borneo Ocean Nauly ini memiliki nilai transaksi mencapai USD 2.600. Acara pelepasan turut disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang Lukman, Plt. Kepala DKUMPP Asdar Ibrahim, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa ekspor rumput laut ini merupakan bukti nyata potensi maritim Kota Bontang. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini melalui proses panjang, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga akhirnya memenuhi standar ketat untuk pasar internasional.

Baca juga: Pertamina Siapkan Ekspor Avtur Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah

"Ini adalah realita potensi kelautan yang ada di Kota Bontang. Produk unggulan daerah ini telah melewati proses panjang, mulai dari pembudidayaan, pengolahan, hingga memenuhi standar ekspor untuk tujuan India," ujar Agus Haris.

Ia juga mengapresiasi PT Borneo Ocean Nauly atas keberhasilannya menembus pasar internasional dan berharap langkah ini menjadi awal dari ekspor yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan ekspor. Dukungan ini mencakup perbaikan perizinan, penyediaan infrastruktur yang memadai, dan pembinaan kualitas produk. Ke depan, pemerintah menargetkan tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi produk.

Di sisi lain, Pimpinan PT Borneo Ocean Nauly, Hardis Kristian, berbagi pengalamannya dalam memilih Bontang sebagai pusat budidaya rumput laut. Sebelumnya, perusahaannya pernah mencoba di Balikpapan dan Samboja, namun gagal karena kondisi laut yang kurang sehat.

Baca juga: Pemprov Lampung Buka Peluang Ekspor Kopi Produk UMKM ke Pasar Amerika Serikat

"Perairan Bontang relatif lebih sehat, sehingga budidaya rumput laut di sini lebih berhasil," jelas Hardis. Meski begitu, ia mengakui masih ada tantangan, seperti beberapa titik perairan yang berminyak, yang menghambat pertumbuhan rumput laut.

Agus Haris berharap keberhasilan ekspor ini bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha lain untuk lebih berani menembus pasar internasional.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Kota Bontang tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat ekspor komoditas rumput laut yang kompetitif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU