Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 09:51 WIB

Wawali Bagus Susetyo: Plastik Kemasan Stop Mulai Besok, Balikpapan Terapkan Gaya Hidup Eco Office

Author

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyerukan agar masyarakat segera menghentikan penggunaan plastik sekali pakai. (Foto: Diskominfo Kota Balikpapan)
KALTIM -
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Clean, Green, and Healthy (CGH) Awards 2025 dan Eco Office Awards menjadikan momentum ini untuk mendesak perubahan perilaku radikal dalam menjaga lingkungan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyerukan agar masyarakat segera menghentikan penggunaan plastik sekali pakai, dimulai dari diri sendiri.

“Kita sepakat, mulai besok tidak ada lagi minuman dalam kemasan plastik. Mari kita mulai dari diri sendiri,” ujar Bagus Susetyo dengan tegas, mewakili Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, saat membuka acara di BSCC Dome, Senin (3/11/2025) lalu.

Bagus menekankan pentingnya penerapan prinsip ramah lingkungan di seluruh kantor pemerintahan maupun swasta melalui program Eco Office.

Menurutnya, penghematan energi dan air, serta pembatasan penggunaan kertas dan plastik sekali pakai harus menjadi budaya kerja sehari-hari.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

"Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama terhadap bumi,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan predikatnya sebagai kota hijau, bersih, dan tertib.

Senada dengan Wawali, Sekretaris DLH Kota Balikpapan, Mustamin, menjelaskan bahwa kegiatan ini ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari gaya hidup warga Balikpapan.

“Menjaga kebersihan jangan hanya dilakukan dua atau tiga bulan menjelang lomba. Jadikan kebersihan sebagai kebiasaan, bukan kewajiban karena penilaian,” pesan Bagus.

Baca juga: Kebanggaan Balikpapan! Dafa Zaidan Siap Unjuk Gigi di Piala Dunia U-17 Qatar 2025

Tahun ini, DLH memperkenalkan inovasi dengan konsep penilaian berbasis kawasan, di mana satu kawasan terdiri atas lima RT berdekatan yang dinilai secara kolektif.

Konsep ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi warga dan menjadi langkah awal pembentukan Program Kampung Iklim (Proklim) di tingkat nasional.

Acara CGH Awards turut dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Eco Office kepada instansi yang telah konsisten menerapkan prinsip ramah lingkungan.

Sebanyak 30 peserta Eco Office (instansi pemerintah dan rumah ibadah) telah melalui penilaian ketat.

Dalam kategori Eco Office Perkantoran OPD, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan berhasil meraih Peringkat I.

Sementara Masjid Luqmanul Hakim menjadi yang terbaik di kategori Eco Office Rumah Ibadah.

Di kategori RT CGH, Peringkat I diraih oleh Kawasan RT Kelurahan Gunung Sari (Balikpapan Tengah).

DLH juga memberikan apresiasi khusus kepada individu inspiratif seperti Mat Pattorosi sebagai Kader Motivator Lingkungan dan Agung Budi Wibowo sebagai Camat Motivator.

Acara ini ditutup dengan pengukuhan Forum Adiwiyata dan penyerahan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang konsisten menjaga lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Balikpapan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU