Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 22:16 WIB

Lampu dan Trotoar Kawasan Jalan MT Haryono Sudah Instagramable, Kapan Giliran Jalan Diaspal Mulus?

Author

Kawasan Jalan MT Haryono di Kota Bontang. (Foto: Muhammad Hasyim Muzakki/INDOZONE)
KALTIM -
Kawasan Jalan MT Haryono di Kota Bontang kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih fresh dan modern.

Trotoar yang telah direvitalisasi dan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mengusung desain estetik berhasil mengubah sudut kota ini menjadi lokasi yang Instagramable dan enak dipandang.

Perubahan signifikan ini membuat banyak warga terkesima.

Lampu PJU yang sebelumnya biasa saja kini memancarkan cahaya yang cantik, menciptakan vibe yang hangat dan menarik untuk dijadikan latar swafoto.

Baca juga: Berlubang Makan Korban! Pengendara Motor Jatuh di Jalan Cipto Mangunkusumo, Pemkot Bontang Gerak Cepat Lakukan Perbaikan

“Lampu penerangan jalan di MT Haryono Bontang kini lebih cantik dan estetik. Trotoarnya sudah bagus, tinggal kita jaga jangan sampai dirusak,” ujar seorang warga lokal.

Sayangnya, keindahan estetik di jalur pedestrian dan penerangan ini belum didukung oleh kondisi jalan raya yang setara.

Pengendara motor yang melintas di kawasan ini masih harus berhati-hati lantaran kondisi jalan utama yang masih banyak terdapat lubang.

Kesenjangan antara fasilitas trotoar yang mulus dan badan jalan yang rusak ini menjadi sorotan utama warga.

Baca juga: 25 Bangunan Liar di Jalan Masuk Pelabuhan Loktuan Dibongkar

Harapan besar kini tertuju pada Pemerintah Kota Bontang agar segera melanjutkan proyek revitalisasi ke pengaspalan jalan.

"Trotoarnya sudah bagus, lampu penerangannya sudah cantik, tinggal jalannya aja yang masih banyak lubang. Semoga segera diaspal yaa jalannya biar enak motoran di kawasan MT Haryono,” imbuh seorang pengguna jalan.

Selain faktor estetika, penataan kawasan MT Haryono juga membawa kebijakan unik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber media lokal, trotoar di kawasan ini dipastikan tidak akan dilengkapi dengan kursi.

Keputusan ini diambil untuk mempertahankan fungsi kawasan yang berdekatan dengan zona terbatas dan mendukung ketertiban umum.

Dengan tidak adanya kursi, kawasan pedestrian dapat lebih fokus pada pergerakan pejalan kaki, sekaligus mematuhi batasan di area sensitif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU