Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 19:58 WIB

Prabowo Kritik Keras Pejabat: Korban Bencana Bukan Objek Foto, Utamakan Bertindak!

Author

Rapat Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara. (Foto: Istimewa)
KALTIM -
Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap praktik yang ia sebut sebagai "wisata bencana" yang dilakukan oleh pejabat dan tokoh publik di lokasi-lokasi musibah.

Presiden menegaskan bahwa korban bencana bukanlah objek yang dapat dijadikan latar belakang foto.

Peringatan tegas ini disampaikan Presiden Prabowo dalam pengantar Rapat Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin (15/12/2025).

Setelah menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB, dan Pemda atas kesigapan mereka dalam tanggap bencana banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Presiden Prabowo kemudian menyoroti etika kehadiran pejabat.

Presiden Prabowo secara eksplisit meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk menghentikan budaya menjadikan kunjungan bencana sebagai ajang pencitraan.

Baca juga: Duka Bencana Aceh Tamiang, Bapak Korban Banjir Refleks Minum Air Bersih Filterisasi Relawan Kaltim

“Jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah hanya untuk foto-foto untuk dianggap hadir,” kata Presiden Prabowo, seperti dikutip dari siaran YouTube BPMI Setpres.

Ia menekankan bahwa budaya ini tidak boleh dipertahankan: “Kita tidak mau ada budaya wisata bencana, jangan,” tegasnya.

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa korban yang sedang menderita tidak boleh dijadikan objek.

Tujuan utama kehadiran pejabat haruslah mencari solusi dan bertindak untuk mengatasi kesulitan.

Baca juga: BKPRMI Bontang Salurkan Bantuan ke Sumatera dan Aceh, Atim Prasojo: Ini Wujud Kepedulian dari Bontang

“Rakyat di situ jangan dijadikan objek, kita benar-benar ke situ mencari masalah, melihat kesulitan dan bertindak,” jelasnya.

Menurut Presiden, setiap kunjungan ke lokasi bencana harus memiliki tujuan konkret, bukan sekadar simbol kehadiran.

“Kalau datang benar-benar harus ada tujuan, untuk membantu mengatasi masalah,” ujarnya, mengakhiri kritiknya terhadap kecenderungan yang ia nilai "tidak bagus" tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPMI Setpres

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU