Senin, 29 DESEMBER 2025 • 20:53 WIB

Kereta Lintas Negara Segera Hubungkan IKN dengan Malaysia dan Brunei?

Author

Ibu Kota Nusantara. (Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara)
KALTIM -
Indonesia tengah menghadapi wacana pembangunan proyek transportasi yang sangat ambisius di Pulau Kalimantan yaitu jalur kereta api lintas negara yang berpotensi menghubungkan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Yang menarik, jalur ini juga direncanakan akan terintegrasi langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ide proyek lintas negara ini muncul menyusul kunjungan Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, ke IKN beberapa waktu lalu, yang disambut positif oleh Otorita IKN.

Dilansir dari berbagai sumber, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) saat ini tengah mengkaji peluang dan kelayakan proyek ini.

Baca juga: Tol IKN Dibuka Fungsional Hingga 4 Januari, Batas Kecepatan Maksimal 60 Km/Jam

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo RM Manuhutu menyatakan bahwa rencana ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jaringan kereta api, khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Meskipun demikian, Odo mengakui bahwa proposal resmi dari pihak Malaysia mengenai detail proyek ini belum diterima.

Oleh karena itu, langkah awal pemerintah adalah melakukan evaluasi komprehensif.

"Nanti kita lihat lebih lanjut. Kita akan lihat, tentu saja akan dievaluasi pros and cons-nya, manfaat bagi Indonesia," kata Odo.

Baca juga: Desain Sampel Rupiah Bertema IKN Dinobatkan sebagai Konsep Terbaik



Wacana kereta lintas negara di Kalimantan ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mengembangkan konektivitas nasional.

Pemerintah kini fokus mendalami regulasi untuk mempercepat pembangunan jalur kereta baru dan merevitalisasi jalur lama.

Target ambisius yang dicanangkan adalah mengembalikan total panjang jalur kereta api nasional hingga 12.000 kilometer (km) panjang yang pernah tercatat di era kolonial Belanda, berbanding 7.000 km yang ada saat ini.

"Targetnya adalah mencapai 12.000 kilometer. Kedua adalah untuk Indonesia menjadi negara maju, rasio antara wilayah dengan jalur kereta api harus ditingkatkan," jelas Odo.

Pemerintah memprioritaskan pengembangan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, termasuk revitalisasi prasarana berusia tua, seperti terowongan yang usianya mencapai 75 - 100 tahun, sebagai langkah menuju peningkatan kepadatan jaringan kereta api nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU