Wawali Balikpapan Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Umat, Sinergikan UMKM dengan Program Pemerintah
KALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan lembaga pendidikan keagamaan.
Fokusnya kini tidak hanya pada bidang dakwah, tetapi juga pada penguatan kemandirian ekonomi santri.
Dorongan ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan, H. Bagus Susetyo, saat menerima silaturahmi pengurus baru Pondok Pesantren Hidayatullah di Balai Kota Balikpapan, pada Selasa (6/1/2026) lalu.
Pertemuan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus diskusi awal mengenai sinergi program antara pesantren dan pemerintah daerah.
Bagus Susetyo menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengurus Hidayatullah yang proaktif menjalin komunikasi dengan Pemkot.
Baca juga: Solidaritas Rp5 Miliar untuk Aceh, Balikpapan Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa Bersama di Masjid
Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis yang sangat penting.
“Pesantren berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku positif santri. Kami berharap para santri juga bisa merasakan manfaat dari program-program pemerintah yang sudah berjalan,” ujar Wawali seperti yang dilansir melalui borneoflash.com.
Ia menilai pesantren adalah bagian integral dari sistem pendidikan yang memberikan pembinaan keagamaan, motivasi, pengetahuan, dan edukasi sosial kepada para santri.
Lebih lanjut, Wawali Balikpapan mendorong agar pesantren mulai mengembangkan kemandirian usaha dan tidak hanya fokus pada dakwah dan keagamaan.
Ia melihat potensi ekonomi di lingkungan pesantren sangat besar jika dikelola secara terencana dan terintegrasi.
Baca juga: Tanpa Pesaing! Debi Dipastikan Pimpin PWI Balikpapan Lagi, Berkas Tinggal Menunggu Verifikasi
Pengembangan usaha pesantren, lanjutnya, dapat disinergikan dengan berbagai program pemerintah pusat maupun daerah.
“Di pesantren pasti ada potensi UMKM yang bisa dikembangkan. Jika ini dikelola dengan baik, bukan hanya membantu pembiayaan pesantren, tetapi juga memberdayakan santri dan para pembinanya,” jelas Bagus.
Ia mencontohkan, kolaborasi ini bisa dikaitkan dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program daerah seperti Koperasi Merah Putih, yang membuka ruang bagi tumbuhnya UMKM berbasis komunitas pesantren.
Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi yang terjalin ini dapat melahirkan pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat serta mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Balikpapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Balikpapan