Info Serangan Buaya di Eks Dermaga Loktuan Viral, Pihak Keluarga Klaim Korban Kini Dirawat di RS PKT
KALTIM - Kabar mengenai serangan buaya muara kembali menghebohkan warga Loktuan, Bontang.
Meski informasi ini telah viral di media sosial dan diklaim kebenarannya oleh pihak keluarga, aparat keamanan setempat mengaku masih menelusuri data pasti di lapangan karena belum adanya laporan resmi dari tingkat RT.
Informasi yang dihimpun menyebutkan insiden itu terjadi sekitar pukul 21.00 WITA.
Kejadian bermula saat seorang warga hendak buang air besar (BAB).
Lantaran kondisi toilet di dalam rumahnya sedang ambruk, korban memutuskan untuk pergi ke area belakang rumah yang bersentuhan langsung dengan perairan.
Nahas, saat itu kondisi air laut sedang pasang.
Ketika korban sedang dalam posisi jongkok, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menyambar tubuh korban.
Dalam situasi mencekam tersebut, korban dikabarkan sempat melakukan perlawanan dengan menendang predator itu hingga gigitannya terlepas.
Aksi nekat ini membuat korban selamat dari upaya buaya yang ingin menyeretnya ke kedalaman air.
Kejadian ini menjadi viral setelah akun Facebook bernama Siti Kosmiah mengunggah peringatan terkait serangan buaya di pemukiman warga daerah Dermaga Loktuan.
Baca juga: Hanya 31 Jam, Satreskrim Polres Bontang Berhasil Gulung Sindikat Curanmor Loktuan
Siti, yang mengaku sebagai tante korban, memastikan bahwa insiden tersebut bukan sekadar kabar burung.
"Benar, karena yang digigit keponakan. Sekarang lagi di RS PKT (Rumah Sakit Pupuk Kaltim), habis operasi tadi malam jam 11," ungkap Siti saat memberikan keterangan untuk memperkuat informasinya di media sosial.
Meski klaim keluarga sudah sangat spesifik, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Bambang Sumantri, menyatakan pihaknya masih berupaya memvalidasi informasi tersebut.
Hingga saat ini, laporan resmi dari pengurus lingkungan setempat belum diterima.
"Saya belum dapat info ini, RT-nya belum bisa dihubungi," ujar Bambang Sumantri singkat saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut laporan warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi juga masih terus berupaya menghubungi pihak Kelurahan Loktuan guna mendapatkan keterangan resmi terkait identitas korban dan titik lokasi pasti kejadian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Media Sosial