Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 09:28 WIB

Serap 79 Persen Tenaga Kerja Lokal, Proyek Raksasa Revamping PKT Jadi Bukti Keunggulan Anak Bangsa

Author

Peresmian proyek Revamping Ammonia Pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). (Foto: Syeh/Hasan/Prokompim Kota Bontang)
KALTIM -
Keberhasilan proyek skala besar di Kota Bontang kini tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari dampak nyata bagi SDM daerah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri peresmian proyek Revamping Ammonia Pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) pada Kamis (29/1/2026) lalu, yang mencatatkan prestasi membanggakan dalam penggunaan tenaga kerja lokal.

Proyek raksasa yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi pupuk nasional ini dikerjakan oleh kontraktor nasional, Tripatra, dengan melibatkan sedikitnya 79 persen tenaga kerja lokal.

Hal ini membuktikan bahwa investasi industri di Bontang memiliki komitmen kuat dalam memberdayakan masyarakat daerah.

Wali Kota Neni memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan signifikan warga Bontang dalam proyek ini.

Baca juga: Intip Wajah Baru Pabrik Ammonia Terbesar di Indonesia

Penggunaan tenaga kerja lokal yang mencapai hampir 80 persen menunjukkan bahwa kualitas dan kompetensi pekerja daerah mampu bersaing di level industri global.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut hadir, memuji langkah PKT yang memercayakan pengerjaan proyek strategis ini kepada tangan-tangan kreatif anak bangsa.

Sinergi ini dianggap sebagai model ideal dalam pengembangan industri strategis nasional yang inklusif.

Selain dampak sosial berupa lapangan kerja, revitalisasi pabrik yang pertama kali diresmikan Presiden Soeharto pada 1984 ini memiliki peran krusial bagi pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa efisiensi yang dihasilkan akan berdampak pada harga dan ketersediaan pupuk.

Baca juga: Pupuk Kaltim Mulai Bangun Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia, Bontang Siap Jadi Kota Industri Berkelanjutan

"Revitalisasi ini krusial untuk menekan biaya produksi dan menjaga pasokan pupuk tepat waktu. Jika distribusi lancar dan harga terjangkau, target swasembada pangan satu tahun bisa kita capai," tegas Amran.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menambahkan bahwa proyek ini juga membawa misi lingkungan dengan transformasi menuju industri hijau yang mampu menurunkan emisi karbon hingga 110.000 ton per tahun.

Transformasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Ini bukan sekadar ganti mesin, tapi revitalisasi daya produksi nasional demi sinergi IKN dan ketahanan pangan," ujar Rudy.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU