Coffee Morning yang dipimpin langsung oleh Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, di Makorem 091/ASN. (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
KALTIM - Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) secara resmi memposisikan wartawan sebagai mitra strategis untuk mengawal berbagai program prioritas, terutama dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan pembangunan infrastruktur di Bumi Etam.
Komitmen ini ditegaskan dalam acara Coffee Morning yang dipimpin langsung oleh Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, di Makorem 091/ASN, Rabu (28/01/2026) lalu.
Di hadapan tokoh pers dan para jurnalis, Danrem memaparkan bahwa peran media sangat krusial sebagai penyambung lidah antara TNI dan masyarakat pelosok.
Salah satu isu utama yang ditekankan adalah program cetak sawah nasional yang kini tengah dirintis di Kalimantan Timur.
Baca juga: Wartawan Senior Ini Lega UKW Selesai, Sampaikan Terima Kasih ke PWI Malang Raya
TNI telah menyiapkan lahan seluas 1.320,82 hektar yang tersebar di empat kabupaten strategis guna memperkuat stok pangan daerah.
Wartawan diharapkan menjadi jembatan informasi agar progres pembangunan lahan ini dapat terpantau secara transparan.
Adapun peta sebaran lahan tersebut meliputi Kutai Timur (Kutim): 553,41 Hektar, Berau: 425 Hektar, Paser: 201 Hektar, dan Mahakam Ulu (Mahulu): 141,41 Hektar.
Selain masalah pangan, Brigjen TNI Anggara Sitompul secara khusus meminta bantuan para wartawan yang bertugas di lapangan untuk menjadi mata dan telinga TNI dalam memotret kondisi riil masyarakat.
Baca juga: UKW PWI Malang Raya Resmi Ditutup, Lahirkan Wartawan Berintegritas
Fokusnya adalah pada infrastruktur darurat yang membutuhkan penanganan segera demi keselamatan warga.
“Saya minta tolong kepada kawan-kawan wartawan di lapangan. Jika menemukan desa dengan jembatan yang rusak parah dan membahayakan warga, segera informasikan kepada kami,” tegas Danrem.
Ia menambahkan bahwa informasi dari jurnalis akan membantu TNI dalam menentukan titik prioritas penerjunan prajurit untuk melakukan perbaikan.
Pertemuan yang juga dihadiri Ketua PWI Kaltim Rahman Amin ini menekankan bahwa kolaborasi TNI-Media adalah kunci untuk memastikan "Negara Hadir" di tengah rakyat.
Dengan adanya pengawalan dari media, program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan tepat sasaran.
"TNI ingin memastikan bahwa setiap bantuan dan pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat. Di sinilah peran wartawan menjadi sangat penting untuk mengawal dan menginformasikan fakta di lapangan," pungkas Brigjen TNI Anggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim