KALTIM - Sebuah video berdurasi 34 detik yang menunjukkan kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Bontang berada di kawasan wisata Labuan Cermin, Bidukbiduk, Kabupaten Berau, mendadak viral di media sosial.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bereaksi keras dan memastikan bahwa keberadaan kendaraan operasional tersebut di lokasi wisata bukan dalam rangka menjalankan agenda pemerintahan.
Dalam unggahan yang diambil pada Senin (23/3/2026) pukul 10.41 WITA atau H+3 Idulfitri 1447 Hijriah tersebut, terlihat satu unit minibus Toyota Hiace (KT 7012 Q) sedang mencoba parkir di area dermaga masuk dermaga wisata.
Selain Hiace, satu unit Toyota Avanza (KT 1208 Q) juga dilaporkan ikut dalam rombongan tersebut.
Wali Kota Neni menyatakan kegeramannya atas aksi oknum ASN di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang tersebut.
Baca juga: Menyusul Jejak Gubernur, DPRD Kaltim Anggarkan Rp6,8 Miliar untuk Peremajaan Kendaraan Operasional
Padahal, sepekan sebelum lebaran, ia telah mengeluarkan larangan tegas terkait penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi di luar agenda silaturahmi resmi antar-pemerintah daerah.
"Saya sudah konfirmasi, itu tidak dipakai untuk dinas. Saya minta Inspektorat Daerah Bontang segera melakukan pemeriksaan bagi ASN yang bersangkutan,” tegas Neni kepada awak media, Senin (30/3).
Diketahui, oknum ASN yang membawa dua unit kendaraan dinas tersebut adalah Sekretaris Dinkes Bontang berinisial C.
Meski kabarnya biaya BBM ditanggung secara pribadi, Neni menekankan bahwa penggunaan aset negara untuk berwisata tetap menyalahi peruntukan dan aturan disiplin pegawai.
Keterangan tersebut diperkuat oleh pernyataan Kepala Dinkes Berau, Bachtiar Mabe, yang membenarkan kehadiran rombongan dari Dinkes Bontang di wilayahnya.
Baca juga: Sahkah Zakat Fitrah Lewat Transfer? Kemenag Berau: Kuncinya Ada pada Akad dan Komunikasi
Namun, ia menegaskan tidak ada koordinasi kedinasan yang mendasari penggunaan mobil tersebut ke Bidukbiduk.
“Dipakai Sekretaris, Pak Cahyo, untuk pergi ke sana. Saya tegaskan saat ini tidak ada penugasan perjalanan dinas yang mengharuskan penggunaan kendaraan tersebut, apalagi untuk berwisata,” ujar Bachtiar.
Wali Kota Neni berharap kejadian memalukan ini tidak terulang kembali di masa depan.
Ia memastikan proses pemeriksaan oleh Inspektorat akan berjalan untuk menentukan sanksi disiplin yang tepat bagi oknum tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber