Cek Fakta! Viral Video Drone Demonstrasi Ricuh di DPRD Kaltim Ternyata Dokumentasi Lama Tahun 2025
KALTIM - Jagat media sosial di Kalimantan Timur tengah diramaikan oleh peredaran video udara (drone) yang memperlihatkan aksi demonstrasi ricuh di depan Kantor DPRD Kaltim.
Video tersebut dinarasikan sebagai kondisi mencekam saat aksi massa pada 21 April 2026 kemarin.
Namun, penelusuran fakta menunjukkan bahwa video tersebut adalah hoaks dan merupakan cuplikan peristiwa lama.
Baca juga: Kalahkan DIY dan Aceh, Kaltim Peringkat 1 Nasional dalam Angka Partisipasi Sekolah
Klarifikasi Pemilik Video: Itu Aksi Tahun Lalu
Kebenaran video tersebut terungkap setelah pemilik asli rekaman drone tersebut angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa video yang beredar luas di berbagai akun informasi dan platform media sosial tersebut bukan diambil pada aksi 21 April 2026, melainkan dokumentasi aksi yang terjadi pada 1 September 2025.
"Itu video drone saya semua yang diambil. Itu aksi 1 September 2025, jelas beda aksi. Saya tidak tahu kenapa banyak yang memakai video itu dengan narasi aksi 21 April kemarin," ujar sang pemilik video saat dikonfirmasi.
Baca juga: Lepas Jabatan Ketua Perindo Kaltim, Basri Rase Pilih Demokrat Sebagai Rumah Politik Baru
Pemilik Video Mulai Laporkan Akun Penyebar
Tak tinggal diam karena karyanya disalahgunakan untuk menyebar disinformasi, pemilik video kini mulai menempuh jalur pelaporan hak cipta dan laporan konten hoaks ke platform media sosial.
Langkah tegas ini diambil agar video menyesatkan tersebut tidak terus menjadi konsumsi publik.
"Sudah saya laporkan satu akun. Masalahnya banyak akun yang reupload. Kalau pemilik awal yang punya video melaporkan, video-video itu bakal hilang dari peredaran," tegasnya.
Ia menyayangkan banyaknya akun besar yang melakukan reupload tanpa verifikasi sehingga konten tersebut menjadi viral dengan konteks yang salah.
Baca juga: Kepulauan Derawan, Surga Tersembunyi di Kaltim yang Bikin Susah Move On
Fakta Lapangan: Situasi Kondusif
Sejumlah saksi mata dan peserta aksi yang berada di lokasi pada 21 April 2026 memberikan kesaksian senada.
Mereka menyebutkan bahwa situasi di depan Kantor DPRD Kaltim pada aksi kemarin cenderung terkendali.
Tidak ditemukan adanya penyemprotan air menggunakan water cannon sebagaimana yang dicitrakan dalam video hoaks tersebut.
"Betul, depan DPRD tidak ada semprot water cannon pada demo 21 April 2026. Video yang beredar itu seolah-olah menyudutkan dengan narasi yang tidak sesuai fakta di lapangan," ungkap salah satu warga.
Baca juga: Hanya Ada Dua di Dunia, Keajaiban Alam Danau Kakaban Kaltim Terus Jadi Incaran Turis Global
Waspada "Misleading Content"
Sangat disayangkan, video dengan narasi menyesatkan tersebut sempat diunggah ulang oleh beberapa akun informasi populer di Kalimantan Timur, bahkan diduga melalui skema endorsement.
Hal ini memicu kekhawatiran akan upaya penggiringan opini publik dengan menggunakan data yang tidak valid.
Masyarakat diimbau untuk lebih teliti sebelum menyebarkan informasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung