Kamis, 28 MEI 2026 • 03:39 WIB

Baru Pulang dari RS, Pria Diduga ODGJ Malah Bakar Rumah Kakeknya

Author

Kebakaran hebat menghanguskan dua bangunan rumah di Jalan Jelawat Gang 9 Blok B1 RT 06, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir sekitar pukul 01.30 WITA. (Foto: Siko/INDOZONE)
KALTIM -
Peristiwa tragis sekaligus menegangkan melanda kawasan padat permukiman di Kota Samarinda pada Jumat (15/5/2026) lalu.

Kebakaran hebat menghanguskan dua bangunan rumah di Jalan Jelawat Gang 9 Blok B1 RT 06, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir sekitar pukul 01.30 WITA.

Insiden ini diduga kuat dipicu oleh aksi nekat seorang pria dengan gangguan jiwa yang membakar kursi di dalam rumah.

Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan parah pada dua unit rumah dan memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar yang saat itu tengah terlelap tidur.

Baca juga: Kebakaran Melanda Showroom Yamaha di Samarinda Ulu, Belasan Motor Rusak Terdampak Panas

Kronologi Kejadian dan Evakuasi Dramatis

Suasana malam yang tenang mendadak berubah mencekam saat kobaran api pertama kali terlihat membesar dari salah satu rumah warga.

Menyadari bahaya, warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah dan berjibaku menyelamatkan para penghuni bangunan yang terancam.

Indah, cucu perempuan dari pemilik rumah, mengungkapkan bahwa dirinya sempat panik luar biasa ketika melihat api mulai menjalar dari ruang tengah menuju bagian atap bangunan.

Menurutnya, pelaku pembakaran berinisial T memang diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

“Bakar kursi aja sih, taunya cuma gitu-gitu aja. Jadi bakar kursi, naik ke atap langsung ke rumah. Saya sempat nolongin orang rumah juga,” tutur Indah mengisahkan kepanikannya di lokasi kejadian.

Indah menambahkan, T selama ini tinggal bersama sang kakek di rumah tersebut.

Begitu melihat api membesar, fokus utamanya adalah langsung mengandeng dan mengevakuasi sang kakek ke area yang aman sebelum kobaran api meluas dan menutup jalan keluar.

“Kakek tadi sudah saya selamatkan duluan,” imbuhnya.

Baca juga: Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Rt.21 Berbas Tengah, Pemuda Lembah Tengah Sukses Salurkan Bantuan

Riwayat Gangguan Mental Sejak Bangku Sekolah

Keterangan mengejutkan datang dari salah satu pemilik rumah bernama Sapar.

Ia membeberkan bahwa T sebenarnya baru saja pulang dari rumah sakit pada sore hari, beberapa jam sebelum insiden pembakaran terjadi.

Sapar menjelaskan bahwa T sudah lama mengidap gangguan mental dan rutin menjalani pengobatan, di mana proses transportasinya ke fasilitas kesehatan kerap dibantu oleh aparat teritorial setempat.

“Baru tadi sore datang dari rumah sakit. Yang sering antar berobat itu Pak Babinsa,” kata Sapar.

Menurut pengamatannya, kondisi kejiwaan T mulai berubah drastis sejak masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Kondisi psikologisnya dilaporkan semakin memburuk dan tidak stabil setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

“Sudah lama sakitnya, lebih dari lima tahun. Sejak SMP kelas 2 sudah mulai stres,” terangnya secara rinci.

Baca juga: Gerak Cepat Pasca-Musibah, Pemkot Bontang Pastikan 12 Keluarga Terdampak Kebakaran Dapat Hunian Layak

Kendala Pemadaman: Lokasi di Atas Bukit dan Minim Air

Kondisi topografi permukiman yang berada di kawasan perbukitan sempat menyulitkan gerak cepat petugas di lapangan.

Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hery Suhendra, mengonfirmasi bahwa armada pemadam langsung meluncur sesaat setelah menerima laporan pada pukul 01.30 WITA.

"Awalnya dilaporkan satu bangunan terbakar, tapi setelah kami cek ternyata ada dua bangunan yang terdampak,” jelas Hery.

Hery memaparkan, personel damkar bersama para relawan menghadapi kendala pasokan air yang cukup berat karena posisi objek yang terbakar berada di atas ketinggian.

“Kesulitannya karena posisi bangunan di atas bukit, jadi suplai air dari bawah cukup susah. Warga membantu dengan sumur dan tandon air, kemudian kami gunakan juga hidran kering untuk penyuplaian,” terangnya.

Berkat kerja keras tim gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan total dalam waktu kurang lebih satu jam.

Langkah lokalisasi api dinilai krusial mengingat material bangunan yang didominasi bahan mudah terbakar serta jarak antarrumah yang sangat rapat di kawasan Kelurahan Sidomulyo tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU