Kamis, 28 MEI 2026 • 04:07 WIB

Ini Alasan Anggaran Jasa Cuci Pemprov Kaltim Tembus Ratusan Juta

Author

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menjelaskan bahwa angka ratusan juta tersebut bukan dialokasikan untuk pakaian kepala daerah semata. (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
KALTIM -
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan klarifikasi resmi terkait isu anggaran laundry sebesar Rp450 juta yang belakangan menjadi sorotan publik.

Pemprov menegaskan bahwa alokasi dana tersebut tidak berdiri sendiri untuk keperluan personal, melainkan mencakup pembiayaan operasional yang luas di lingkup fasilitas negara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menjelaskan bahwa angka ratusan juta tersebut bukan dialokasikan untuk pakaian kepala daerah semata.

Sebaliknya, anggaran itu merupakan akumulasi kebutuhan kebersihan dan perawatan berbagai fasilitas penunjang kerja kedinasan.

“Jika dibuka rinciannya di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), anggaran itu digunakan untuk berbagai kebutuhan jasa cuci perlengkapan kerumahtanggaan dan penunjang operasional kedinasan. Seperti laundry karpet, gorden, bed cover, hingga perlengkapan jamuan,” ujar Asti yang akrab disapa Aci, saat hadir dalam Jumpa Pers Diskominfo Kaltim, Selasa (5/5/2026) lalu.

Baca juga: Dituduh Mahal, Vendor Laundry Rumah Jabatan Kaltim Ungkap Fakta Cuci Kilat Tengah Malam

Imbas Pengalihan Kegiatan dari Hotel ke Gedung Pemerintah

Aci memaparkan, melonjaknya intensitas penggunaan rumah jabatan dan kompleks Kantor Gubernur Kaltim menjadi faktor utama di balik besarnya biaya operasional kebersihan.

Hal ini terjadi seiring dengan kebijakan efisiensi daerah yang kini rutin mengalihkan berbagai agenda kedinasan dari hotel ke fasilitas milik Pemprov.

Tingginya frekuensi acara tersebut secara otomatis meningkatkan beban perawatan material kain yang digunakan dalam setiap pertemuan.

“Setiap hari ada kegiatan, mulai dari acara kedinasan, keagamaan, hingga pertemuan organisasi. Otomatis kebutuhan kebersihan seperti karpet, sajadah, mukena, hingga cover meja-kursi harus rutin dicuci,” jelasnya secara rinci.

Baca juga: Respons Isu Kursi Pijat hingga Mobil Dinas, Diskominfo Kaltim Buka-bukaan Soal Anggaran

Garis Tegas Perbedaan Anggaran Kebersihan dan Pemeliharaan

Guna meluruskan persepsi di masyarakat, Astri juga menggarisbawahi perbedaan nomenklatur antara anggaran laundry dan anggaran pemeliharaan fisik agar tidak terjadi tumpang tindih pemahaman.

Menurutnya, pos anggaran laundry murni dialokasikan untuk aspek higienitas dan pencucian rutin kelengkapan gedung.

Sementara itu, pos anggaran pemeliharaan disiapkan khusus untuk perbaikan jika terjadi kerusakan fisik pada inventaris, seperti kerusakan robek pada gorden atau karpet.

"Jadi Rp450 juta itu adalah bagian dari pelayanan operasional gedung dan rumah jabatan agar tetap bersih dan layak digunakan,” tegas Asti.

Melalui ruang jumpa pers ini, Pemprov Kaltim berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh, transparan, dan berimbang, sehingga tidak muncul kesalahpahaman lebih lanjut mengenai tata kelola serta akuntabilitas realisasi anggaran daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Kaltim

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU