Kamis, 23 JULI 2026 • 18:37 WIB

Kedai Kuliner di Loktuan Kena Tipu QRIS Palsu, Pelaku Diduga Gunakan Nama Rekening Rekayasa

Author

Modus bukti pembayaran QRIS palsu yang diduga memanfaatkan nama rekening rekayasa. (Foto: Istimewa)
KALTIM -
Aksi penipuan berbasis transaksi digital menyasar pelaku usaha kuliner di wilayah Loktuan, Kota Bontang.

Kedai Terserahlah yang berlokasi di Jalan Pupuk Raya, sebelum persimpangan empat lampu merah Loktuan, menjadi korban modus bukti pembayaran QRIS palsu yang diduga memanfaatkan nama rekening rekayasa.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis pagi (23/07/2026) sekitar pukul 09.04 WITA.

Seorang pembeli memesan makanan dan menunjukkan tangkapan layar bukti transfer QRIS kepada kasir.

Pemilik kedai baru menyadari menjadi korban penipuan pada sore hari, sekitar pukul 15.16 WITA, setelah memeriksa mutasi rekening dan menemukan tidak ada dana yang masuk sesuai transaksi tersebut.

"Setelah dilakukan pengecekan ulang pada mutasi rekening dan detail resi, bukti transfer yang ditunjukkan oleh pelaku dipastikan palsu," tulis laporan informasi dari pihak kedai.

Baca juga: Ongkos Rp290 Ribu Melayang, Driver Ojol Asal Samarinda Jadi Korban Penipuan Penumpang di Kota Bontang

Pelaku Pakai Nama Rekening Rekayasa dan Catut Identitas

Dalam gambar resi pembayaran palsu yang ditunjukkan oleh pelaku, tertera nama pemilik rekening berinisial SPJ.

Namun, berdasarkan penelusuran dan klarifikasi dari pihak keluarga, nama tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa dan pencatutan identitas.

Pemilik nama asli diketahui sedang berada di Samarinda dan tidak pernah melakukan transaksi apa pun di kedai tersebut.

Penggunaan nama rekayasa ini mengindikasikan bahwa pelaku secara sengaja memalsukan tampilan resi pembayaran digital untuk mengelabui petugas kasir sekaligus menyamarkan identitas aslinya.

Baca juga: Cegah Penipuan Travel, Mukhlis Hasan Minta Calon Jemaah Kaltim Cek Izin Kemenhaj

Pemilik Usaha di Loktuan Diminta Waspada

Guna mencegah jatuhnya korban lain di kawasan Loktuan dan sekitarnya, pihak Kedai Terserahlah membagikan kejadian ini ke media sosial.

Para pemilik warung, kedai, dan UMKM diimbau untuk tidak hanya percaya pada bukti tampilan layar ponsel yang ditunjukkan konsumen.

Pelaku usaha diharapkan selalu melakukan verifikasi ganda dengan memeriksa notifikasi masuk atau mutasi rekening secara real-time di aplikasi perbankan sebelum menyerahkan barang belanjaan kepada pembeli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU