Chau Hoang Chi Ton. (Foto: Istimewa)
KALTIM - Gelar lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00 tidak serta merta membuat jalan karier Chau Hoang Chi Ton mulus.
Pemuda lulusan Jurusan Keuangan dan Perbankan Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh (UEH) ini harus menghadapi pahitnya penolakan berulang kali di pasar kerja, sebuah pengalaman yang ia ubah menjadi motivasi untuk mencapai kompetensi global.
Ton, yang dikenal menyukai belajar demi rasa ingin tahu dan penerapan teori ke dunia bisnis, mengaku bahwa nilai tinggi hanyalah hasil dari upaya menyeimbangkan waktu.
Namun, kesulitan mencari kerja setelah lulus memberinya pelajaran berharga.
"Semua orang punya waktu 24 jam. Saya memilih menggunakan waktu saya untuk menyeimbangkan belajar dan kegiatan lain. Menurut saya itu sepadan," kata Ton, yang selalu didorong oleh tujuan jangka panjang, bukan sekadar nilai.
Meski lulus dengan prestasi gemilang, Ton mengakui sempat berkali-kali ditolak oleh perusahaan yang dilamar.
Realitas ini membuatnya menyadari bahwa perusahaan mencari kandidat yang tepat untuk posisi, bukan hanya yang terbaik secara akademis.
"Hal ini membuat saya banyak berpikir dan terkadang meragukan kemampuan sendiri," ujarnya.
Namun, Ton tidak menyerah.
Pengalaman ditolak menjadi pemicu untuk mengidentifikasi kelemahan, meningkatkan kedewasaan, dan berani menunjukkan potensi diri.
Baca juga: Tolak Giliran Kerja, Pekerja Cuci Motor Serang Rekan Sendiri dengan Gergaji di Samarinda
Setelah berjuang selama setahun pertama pascakampus, usaha Ton membuahkan hasil.
Ia berhasil diterima di Price Waterhouse Coopers (PwC) Vietnam, salah satu dari empat perusahaan audit terbesar di dunia, sebagai seorang auditor.
Ton mengakui bahwa pekerjaannya saat ini tidak sepenuhnya berhubungan langsung dengan pendidikannya, namun ia bersyukur karena mendapatkan pengalaman berharga dalam standar akuntansi dan proses audit operasional bisnis.
Bagi Ton, pekerjaan di PwC hanyalah batu loncatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis