Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 22:28 WIB

18 Bunda Literasi Bontang Resmi Dilantik, Diarahkan Hadapi Tantangan Era AI

18 Bunda Literasi Bontang Resmi Dilantik, Diarahkan Hadapi Tantangan Era AIWali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin pengukuhan 18 Bunda Literasi tingkat Kecamatan dan Kelurahan. (Foto: Syeh/Prokompim Kota Bontang)
KALTIM -
Kota Bontang kembali mempertegas posisinya sebagai pemegang Indeks Pembangunan Literasi Tertinggi di Kalimantan Timur.

Guna menghadapi tantangan zaman yang didominasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin pengukuhan 18 Bunda Literasi tingkat Kecamatan dan Kelurahan.

Prosesi yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota pada Rabu (10/12/2025) tersebut melantik tiga Bunda Literasi Kecamatan dan 15 Bunda Literasi Kelurahan untuk masa bakti 2025–2029.

Wali Kota Neni, yang juga merupakan Bunda Literasi Kota Bontang, menekankan bahwa peran 18 Bunda Literasi yang baru dikukuhkan ini sangat strategis.

Baca juga: Neni Moerniaeni Resmi Jadi Bunda Literasi Kota Bontang, Siap Kobarkan Semangat Membaca di Kota Taman

Mereka diamanatkan untuk menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan masyarakat Bontang menghadapi dinamika teknologi yang masif.

“Prestasi Bontang sebagai kota dengan Indeks Literasi tertinggi adalah modal. Namun, tantangan ke depan semakin berat. Bunda Literasi harus mampu menjadi teladan, terus belajar, dan menggerakkan masyarakat agar melek literasi digital di era kecerdasan buatan (AI) saat ini,” tegas Neni.

Neni menjelaskan bahwa literasi yang dimaksud kini mencakup kemampuan memahami informasi secara kritis dan filterisasi konten di ranah digital.

Peran Bunda Literasi adalah memastikan keluarga dan komunitas dapat memanfaatkan teknologi secara sehat dan produktif.

Baca juga: Bunda Neni Raih BKPRMI Award 2025 sebagai Pejabat Peduli BKPRMI Tingkat Nasional

"Literasi adalah bekal utama menghadapi tantangan zaman. Saya harap Bunda Literasi di wilayah bisa membuat program kreatif, mulai dari kampanye gawai sehat hingga gerakan ‘Satu Hari Satu Halaman’ sebagai penyeimbang digital,” tambahnya.

Lebih jauh, Neni memaknai literasi tidak hanya soal teknis membaca.

Ia menitipkan pesan agar para Bunda Literasi turut menggaungkan etika digital dan etika lingkungan.

Secara spesifik, mereka diminta turut menghidupkan kembali seni menulis indah yang mulai luntur tergerus gawai, serta mengampanyekan program kebersihan “GESIT” (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku).

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kota Bontang, Retno Febriaryanti, menyatakan bahwa pelantikan ini adalah langkah implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Retno menyoroti pentingnya kolaborasi, di mana Bunda Literasi menjadi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

18 Bunda Literasi Bontang Resmi Dilantik, Diarahkan Hadapi Tantangan Era AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!