Jembatan Kelomang. (Foto: ANTARA)
KALTIM - Wisatawan yang merencanakan perjalanan ke pesisir selatan Berau kini memiliki tambahan destinasi menarik.
Jembatan Kelomang yang baru saja diresmikan di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, kini menjadi daya tarik wisata gratis sekaligus gerbang megah menuju keindahan Pantai Sinondok.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan bahwa jembatan ini didesain khusus tidak hanya untuk memperlancar arus transportasi, tetapi juga sebagai nilai tambah bagi pariwisata daerah.
Bentuknya yang unik menyerupai kelomang atau keong laut menjadikannya latar foto favorit bagi para pelancong.
Menurut Bupati, kehadiran jembatan senilai Rp14,8 miliar ini menjadi pelengkap sempurna bagi paket perjalanan ke Biduk-Biduk.
Baca juga: Akses Tarakan ke Berau Kian Mudah, Speedboat Reguler Baru Siap Dongkrak Arus Wisatawan
Wisatawan kini bisa menikmati estetika arsitektur jembatan secara cuma-cuma sebelum memanjakan mata di destinasi utama.
"Posisinya sangat strategis sebagai gerbang menuju destinasi wisata Pantai Sinondok, yakni pantai yang menawarkan hamparan batu koral dan panorama laut yang indah. Keberadaan jembatan ini tentu menjadi ikon wisata baru sekaligus menghidupkan ekonomi warga," ujar Bupati Sri Juniarsih.
Promosi jembatan ini sejalan dengan tren kunjungan ke Berau yang terus memecahkan rekor.
Pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 saja, tercatat ada 36.096 wisatawan yang membanjiri "Bumi Batiwakkal".
Kehadiran pilihan wisata gratis seperti Jembatan Kelomang diharapkan dapat mendistribusikan keramaian wisatawan ke area-area baru seperti Teluk Sumbang.
Baca juga: Bupati Sri Juniarsih Tegaskan Nol Toleransi untuk Tambang Ilegal yang Merusak Citra Wisata Berau
Berkat konsistensi dalam mengembangkan potensi seperti ini, Kabupaten Berau baru saja dianugerahi penghargaan Arindama Terbaik 2025 di bidang pembangunan pariwisata pada HUT Provinsi Kaltim ke-69 lalu.
Secara teknis, jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 4 meter ini menggunakan konstruksi rangka baja girder custom.
Namun, lebih dari sekadar beton dan baja, desain kelomang dipilih sebagai simbol kearifan lokal masyarakat pesisir Teluk Sumbang.
"Setiap potensi yang ada harus mampu digali dan terus digarap. Jembatan ini bukan hanya fungsi infrastruktur, tetapi simbol kebanggaan dan daya tarik yang bisa dinikmati siapa saja yang berkunjung ke sini," pungkas Bupati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur