Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 09:09 WIB

Kado Puisi di Usia Perak: Harapan Siswahyu Kurniawan untuk Sang Putri dan Para Pemimpin Bangsa

Kado Puisi di Usia Perak: Harapan Siswahyu Kurniawan untuk Sang Putri dan Para Pemimpin BangsaTanggal 23 adalah hari lahir dua putri pemimpin Indonesia dan sang Anak (Tengah) yang kini memasuki usia 25 tahun. (Foto: Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
INDOZONE -
Di kedalaman Januari 2026, sebuah refleksi menyentuh lahir dari goresan pena Siswahyu Kurniawan.

Penulis yang dikenal lewat karya-karya biografinya ini tidak sekadar merayakan bertambahnya usia sang putri sulung, Khansadinah Nahdah Wahyuda, tetapi juga merajutnya dalam doa bagi para tokoh bangsa yang berbagi tanggal lahir yang sama: 23 Januari.

Bagi Siswahyu, tanggal ini adalah sebuah "simfoni kebetulan" yang mempertemukan hari lahir dua putri pemimpin besar Indonesia, Hj. Megawati Soekarnoputri (Lahir 1947) dan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Mbak Tutut (Lahir 1949), dengan putrinya sendiri yang kini memasuki usia perak, 25 tahun.

Usia Perak dan Jejak Bakti

Khansadinah, atau yang akrab disapa Khansa, lahir pada 23 Januari 2001.

Di usianya yang ke-25 ini, ia tengah mengukir bakti sebagai Perwira Perhubungan di bawah naungan Kementerian Perhubungan RI.

Menariknya, Khansa mengawali kariernya di Yogyakarta, kota yang juga menjadi saksi bisu kelahiran Mbak Mega dan Mbak Tutut di masa lalu.

"Tentu ini kejutan yang luar biasa dari Allah SWT. Ada rasa haru melihat Khansa tumbuh di jalur pengabdian pada negara, bertepatan dengan hari lahir tokoh-tokoh yang mewarnai sejarah bangsa ini," tutur Siswahyu penuh syukur.

Kontemplasi Lewat Puisi

Melalui sebuah puisi yang sarat makna, Siswahyu menuangkan harapan agar semangat persatuan tidak lekang oleh waktu.

Dalam bait-baitnya, ia menyebutkan nama Megawati, Mbak Tutut, hingga tokoh muda seperti Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (Mas Dar) yang juga berulang tahun pada tanggal yang sama.

"Tapi pada dada ada asa dan asa... agar raga kian naik berseri untuk bersama bersemi lagu lagi," tulis Siswahyu dalam salah satu bait puisinya.

Puisi tersebut bukan sekadar ucapan selamat, melainkan sebuah seruan lembut agar ego sektoral dan residu politik masa lalu mencair demi masa depan Indonesia.

Siswahyu, yang pernah menjadi saksi sejarah era Reformasi, kini lebih memilih jalur literasi untuk menyuarakan pentingnya persatuan antara keluarga besar Bung Karno dan Pak Harto.

Harapan untuk Masa Depan

Bagi Siswahyu, melihat putrinya bertugas di wilayah Yogyakarta di bawah kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X membawa rasa takdim tersendiri.

Ia berharap Khansa dan generasi muda lainnya tidak menjauh dari "sauh" atau nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.

Artikel ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk politik 2026, ada ruang-ruang personal yang penuh doa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kado Puisi di Usia Perak: Harapan Siswahyu Kurniawan untuk Sang Putri dan Para Pemimpin Bangsa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!