Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma W. (Foto: Kaltimkita.com)
KALTIM - Dominasi anak muda dalam roda ekonomi Balikpapan memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar menjadi target pasar atau penikmat tren, generasi milenial dan Gen Z di Kota Beriman kini resmi mengambil peran sebagai pemain utama.
Data terbaru mencatat sebanyak 1.040 kafe di Balikpapan kini menjadi mesin penghasil cuan yang dikelola langsung oleh tangan-tangan muda.
Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam struktur UMKM lokal. Jika beberapa tahun lalu anak muda lebih banyak menghabiskan waktu sebagai konsumen di kedai kopi, kini mereka justru menjadi penyedia lapangan kerja.
Banyak dari pengusaha muda ini memulai langkahnya dengan penuh keberanian meski modal terbatas.
Baca juga: Penantian 32 Tahun Berakhir, Presiden Prabowo Resmikan Kilang Terbesar RI di Balikpapan
Tanpa harus menunggu investor besar, mereka memanfaatkan aset yang ada; mulai dari menyewa ruko kecil di sudut pemukiman hingga menyulap dapur rumah menjadi unit usaha produktif.
Eksistensi 1.040 kafe ini pun menciptakan efek domino bagi tenaga kerja lokal. Sektor ini telah menyerap ribuan pekerja, mulai dari posisi barista hingga tenaga administrasi, yang mayoritas juga berasal dari kalangan sebaya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma W., membenarkan bahwa anak muda kini menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di kota ini
“Sekarang pemuda Balikpapan tidak hanya jadi penikmat. Dari sekitar 1.040 kafe yang ada, rata-rata pemiliknya anak muda. Ini menunjukkan sektor UMKM kita sedang produktif,” jelas Ratih, Kamis (22/1/2026) seperti yang dilansir melalui kaltimkita.com.
Menurutnya, keberanian anak muda untuk berwirausaha telah mengubah wajah ekonomi Balikpapan menjadi lebih dinamis.
Uang tidak lagi hanya berputar di sektor industri berat, tetapi mengalir deras di sektor kreatif yang dikelola oleh warga secara mandiri.
Meski telah berhasil menguasai pasar, tantangan besar tetap membayangi. Ratih mengingatkan para pengusaha muda agar tidak terjebak dalam euforia sesaat. Baginya, status sebagai pemilik usaha menuntut tanggung jawab dan daya tahan yang tinggi.
“Memulai usaha itu berani, tapi bertahan jauh lebih sulit. Jangan hanya ikut tren. Konsistensi itu kunci supaya usaha benar-benar jadi sumber hidup yang berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah Kota melalui Disporapar memastikan akan terus mengawal pertumbuhan ini. Berbagai program pembinaan dan fasilitas pendukung disiapkan agar seribu lebih kafe ini tidak hanya sekadar "ada", tetapi mampu naik kelas dan bersaing secara nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kaltimkita.com