Ilustrasi Generated AI
KALTIM - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sukses mencatatkan capaian gemilang dalam sektor investasi hingga kuartal ketiga tahun 2025.
Masuknya modal sebesar Rp70,43 triliun sepanjang Januari hingga September terbukti menjadi mesin utama dalam memperluas lapangan kerja.
Sebanyak 50.706 tenaga kerja tercatat berhasil terserap ke dalam ribuan proyek baru di seluruh wilayah Bumi Etam.
Masifnya penyerapan tenaga kerja ini menjadi katalisator penting dalam memperbaiki struktur ketenagakerjaan daerah.
Tren positif ini membantu menurunkan angka pengangguran Kaltim yang pada Maret 2025 berada di posisi 5,18 persen.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menegaskan bahwa investasi yang masuk didominasi oleh sektor non-migas dan non-pertambangan, yang memang memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.
"Sebanyak 50.706 tenaga kerja berasal dari investasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal Asing). Mayoritas yang terserap adalah tenaga kerja lokal," ujar Fahmi di Samarinda.
Dari total tersebut, sektor PMDN menyerap 35.728 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sementara sektor PMA menyumbang penyerapan sebanyak 14.883 TKI.
Keterlibatan Tenaga Kerja Asing (TKA) tercatat sangat minim, yakni hanya 95 orang dari seluruh total proyek.
Data menunjukkan bahwa sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menjadi pahlawan utama dalam penyerapan tenaga kerja.
Baca juga: 47 Lowongan Kerja Baru Terbuka di Satuan Pelayanan Gizi Bontang Barat
Sektor ini tidak hanya menarik modal besar, tetapi juga paling banyak membuka pintu bagi pekerja lokal.
Pada PMDN, Sektor ini menyerap 17.960 TKI melalui 892 proyek dengan total investasi Rp7,21 triliun.
Pada PMA, Sebanyak 11.348 TKI terserap melalui 248 proyek dengan nilai investasi Rp1,76 triliun.
Selain perkebunan, sektor industri makanan, transportasi, gudang, hingga kimia farmasi juga turut menyumbang ribuan peluang kerja baru yang memperkuat daya beli masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Fahmi menjelaskan bahwa setiap rupiah investasi yang masuk memiliki multiplier effect bagi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur