Kaka Eddie (tengah) baru saja menanam 550 bibit bakau (Rhizophora mucronata) di RT 8 Salok Baru, Teluk Waru, Kariangau, Balikpapan Barat. (Foto: Novi Abdi/ANTARA)
KALTIM - Bagi banyak orang, bertambahnya usia sering kali dirayakan dengan pesta atau seremoni formal.
Namun, bagi Edi Mangun, Manajer Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, setiap tahun adalah janji baru untuk alam.
Pria yang akrab disapa Kaka Eddie ini baru saja menanam 550 bibit bakau (Rhizophora mucronata) di RT 8 Salok Baru, Teluk Waru, Kariangau, Balikpapan Barat.
Aksi ini bukanlah tren sesaat, melainkan komitmen panjang yang telah ia jalani selama 25 tahun.
Sejak menginjak usia 30 tahun, menanam pohon telah menjadi bagian dari napas hidupnya.
Baca juga: Jari Kelingking Nyangkut di Gembok Saat Asyik Curhat, Siswi di Tenggarong Histeris Didatangi Damkar
Tahun ini, di usianya yang ke-55, ia menandai perjalanan hidupnya dengan menanam jumlah bibit yang selaras dengan angka usianya.
Pria asli Sorong, Papua Barat ini melihat aktivitas menanam bukan sekadar program lingkungan, melainkan bentuk syukur spiritual.
Baginya, setiap bibit adalah simbol terima kasih atas nikmat hidup yang diberikan Sang Pencipta.
"Jadi tahun ini, saya tanam 550 mangrove untuk menandai 55 tahun usia. Ini syukur atas nikmat usia dan kesehatan sehingga kita bisa beraktivitas dengan lancar," ungkap Edi dengan senyum khasnya.
Ia menambahkan sebuah filosofi mendalam tentang pentingnya pohon bagi keberlangsungan hidup manusia.
Baca juga: Ikon Baru Sangasanga: Patung Bung Karno Kini Berdiri Megah di Kawasan RTH
"Menanam pohon itu juga artinya bersedekah oksigen. Tanaman mampu mengubah karbondioksida menjadi oksigen yang kita semua butuhkan untuk bernapas, untuk hidup, dan untuk bersyukur," tambahnya.
Sebagai seorang pemimpin di bidang hubungan masyarakat, Edi paham betul bahwa perubahan besar memerlukan kolaborasi.
Ia aktif merangkul anak muda, termasuk para alumni Sekolah Pantai Indonesia, untuk terjun langsung ke lapangan.
Baginya, edukasi terbaik adalah melalui praktik langsung di alam.
Edi juga mengingatkan bahwa menanam hanyalah langkah awal, sementara memelihara adalah kunci keberhasilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur