Siarang langsung YouTube dalam prosesi Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang. (Foto: Tangkapan Layar)
KALTIM - Jarak ribuan kilometer antara Kalimantan Timur dan Jawa Timur tidak lagi menjadi penghalang bagi warga Nahdliyin untuk meraih keberkahan seabad Nahdlatul Ulama (NU).
Bagi warga Kaltim yang tidak sempat berangkat ke Stadion Gajayana Malang, panitia telah menyediakan akses khusus melalui siaran langsung YouTube untuk mengikuti prosesi sakral Mujahadah Kubro dan Ijazah Kubro, Sabtu (7/2/2026).
Langkah ini menjadi kabar gembira bagi para santri, kader, dan pengurus NU di berbagai pelosok Kalimantan Timur, mulai dari Samarinda, Balikpapan, hingga Mahakam Ulu, agar tetap bisa berpartisipasi dalam momentum sejarah 100 tahun NU Masehi secara khidmat.
Baca juga: Presiden dan Gubernur Jatim Hadiri Resepsi Akbar 100 Tahun NU
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Ijazah Kubro, sebuah sesi pemberian sanad doa dan amalan khusus dari para ulama sepuh kepada jemaah.
Melalui kanal YouTube resmi PWNU Jawa Timur, Nahdliyin di Kalimantan Timur dapat menyimak dan mengikuti instruksi ijazah tersebut secara real-time.
"Siaran langsung ini diharapkan mampu menyatukan batin seluruh warga NU, termasuk yang berada di luar pulau seperti Kaltim, agar tetap bisa mendapatkan limpahan ilmu dan keberkahan doa dari para kyai," tulis panitia dalam keterangannya.
Baca juga: PCNU Kota Malang Siap Sambut Kedatangan Presiden dan 105 Ribu Warga NU
Bagi Kamu jemaah di Kalimantan Timur yang ingin bergabung secara daring, silakan mengakses tautan di bawah ini:
Perlu diingat bagi warga Kalimantan Timur, terdapat perbedaan waktu satu jam lebih awal (WITA) dibandingkan lokasi acara di Malang (WIB).
Berikut jadwal penting jika dikonversi ke waktu Kaltim:
Baca juga: 105 Ribu Jamaah dan Ribuan Armada Bus Siap Padati Puncak Satu Abad NU
Meskipun mengikuti secara daring dari rumah atau masjid di Kalimantan Timur, jemaah diimbau untuk tetap menjaga wudhu dan berpakaian rapi saat mengikuti sesi Mujahadah serta Ijazah Kubro, sebagai bentuk penghormatan (ta'dzim) kepada para ulama dan majelis ilmu.
google-site-verification=yCY2EKCmfUTtSMGBd3LpsDXw1zwW1b_XBN-LBpFoR3g
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung