Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 APRIL 2026 • 20:11 WIB

Panduan Bacaan Talbiyah Haji & Umrah: Teks Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Panduan Bacaan Talbiyah Haji & Umrah: Teks Arab, Latin, Arti, dan KeutamaannyaSeseorang sedang beribadah. (Foto: Graphe Tween/Unsplash.com)
KALTIM -
Gema kalimat "Labbaik Allahumma Labbaik" selalu berhasil menggetarkan hati setiap Muslim yang merindukan Baitullah.

Kalimat ini bukan sekadar ucapan lisan, melainkan pernyataan ketundukan total dan jawaban tulus atas panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Memahami makna mendalam di balik kalimat ini menjadi sangat penting agar jemaah tidak hanya sekadar melafalkannya, tetapi juga meresapi nilai-nilai tauhid yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Masjid Cheng Hoo Samarinda: Di Mana Relief Naga dan Patung Singa Bersanding dengan Kaligrafi

Lafaz Lengkap Talbiyah Sesuai Sunnah Rasulullah

Bagi jemaah yang sedang mempersiapkan diri, sangat disarankan untuk menghafal teks lengkap talbiyah sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Berikut adalah naskahnya:

  1. Teks Arab: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
  2. Teks Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syariika laka.
  3. Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Baca juga: Wawali Agus Haris Serahkan Bantuan Rp100 Juta, Ajak Warga Berbas Tengah Jadikan Masjid Pusat Edukasi

Kedudukan Hukum Membaca Talbiyah dalam Fikih

Dalam pandangan ilmu fikih, membaca talbiyah memiliki kedudukan hukum yang sangat penting.

Mayoritas ulama (Jumhur Ulama) menempatkan hukum membaca talbiyah sebagai sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.

Meski demikian, terdapat sebagian pendapat dari ulama lain yang menganggapnya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan saat seseorang telah berstatus ihram.

Terlepas dari perbedaan tersebut, melantunkan talbiyah merupakan syiar utama yang menghidupkan suasana ibadah di tanah suci.

Baca juga: Tak Hanya Tempat Ibadah, Gubernur Kaltim Ingin Setiap Masjid Lahirkan Qari dan Kader Muslim Unggul

Waktu Mulai dan Berhentinya Kumandang Talbiyah

Pelaksanaan pembacaan talbiyah memiliki batas waktu yang diatur secara detail dalam manasik.

Kalimat mulia ini mulai dikumandangkan sesaat setelah jemaah berniat ihram di titik miqat.

Bagi jemaah yang melaksanakan ibadah umrah, pembacaan talbiyah berakhir tepat saat mereka akan memulai tawaf di Masjidil Haram.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Panduan Bacaan Talbiyah Haji & Umrah: Teks Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!