Seseorang sedang beribadah. (Foto: Graphe Tween/Unsplash.com)
KALTIM - Gema kalimat "Labbaik Allahumma Labbaik" selalu berhasil menggetarkan hati setiap Muslim yang merindukan Baitullah.
Kalimat ini bukan sekadar ucapan lisan, melainkan pernyataan ketundukan total dan jawaban tulus atas panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Memahami makna mendalam di balik kalimat ini menjadi sangat penting agar jemaah tidak hanya sekadar melafalkannya, tetapi juga meresapi nilai-nilai tauhid yang terkandung di dalamnya.
Baca juga: Masjid Cheng Hoo Samarinda: Di Mana Relief Naga dan Patung Singa Bersanding dengan Kaligrafi
Bagi jemaah yang sedang mempersiapkan diri, sangat disarankan untuk menghafal teks lengkap talbiyah sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Berikut adalah naskahnya:
Baca juga: Wawali Agus Haris Serahkan Bantuan Rp100 Juta, Ajak Warga Berbas Tengah Jadikan Masjid Pusat Edukasi
Dalam pandangan ilmu fikih, membaca talbiyah memiliki kedudukan hukum yang sangat penting.
Mayoritas ulama (Jumhur Ulama) menempatkan hukum membaca talbiyah sebagai sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Meski demikian, terdapat sebagian pendapat dari ulama lain yang menganggapnya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan saat seseorang telah berstatus ihram.
Terlepas dari perbedaan tersebut, melantunkan talbiyah merupakan syiar utama yang menghidupkan suasana ibadah di tanah suci.
Baca juga: Tak Hanya Tempat Ibadah, Gubernur Kaltim Ingin Setiap Masjid Lahirkan Qari dan Kader Muslim Unggul
Pelaksanaan pembacaan talbiyah memiliki batas waktu yang diatur secara detail dalam manasik.
Kalimat mulia ini mulai dikumandangkan sesaat setelah jemaah berniat ihram di titik miqat.
Bagi jemaah yang melaksanakan ibadah umrah, pembacaan talbiyah berakhir tepat saat mereka akan memulai tawaf di Masjidil Haram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber