Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Ahmat Fadholi, dalam sebuah dialog virtual terkait pencegahan narkoba. (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
KALTIM - Penyalahgunaan zat adiktif dan narkoba masih menjadi ancaman laten yang sangat serius bagi masa depan generasi muda.
Remaja yang tengah berada dalam fase transisi pencarian jati diri kerap menjadi sasaran empuk jaringan peredaran gelap karena tingginya rasa ingin tahu, tekanan sosial, serta pengaruh lingkungan pergaulan yang keliru.
Kondisi tersebut kian mengkhawatirkan dengan adanya fenomena di mana anak-anak usia sekolah kini dengan sangat mudah memperoleh obat-obatan tertentu di apotek untuk kemudian disalahgunakan secara ilegal.
Mengingat dampak buruknya bagi kesehatan akibat konsumsi tanpa dosis, komposisi, dan resep dokter yang tepat, edukasi medis di lingkungan sekolah sebagai tempat pembentukan karakter harus segera ditingkatkan.
Baca juga: Miris! Modus Baru Pengedar Narkoba Jadikan Pelajar Bermodus Kurir Sabu di Bontang
"Di tengah upaya bangsa Indonesia menyiapkan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045, kita justru dihadapkan pada tantangan banyaknya generasi usia sekolah yang terpapar penyalahgunaan narkotika," ujar Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Ahmat Fadholi, dalam sebuah dialog virtual terkait pencegahan narkoba.
Fadholi membeberkan bahwa tren penyalahgunaan ini merata terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur (Kaltim).
Praktik menyalahgunakan obat apotek dinilai tidak kalah mematikan dari narkotika jenis konvensional karena memicu efek samping fatal jika digunakan sembarangan.
Lebih lanjut, ia merinci linimasa zat adiktif yang sering kali menjadi pintu masuk utama para pelajar sebelum akhirnya terjerumus ke narkoba tingkat berat:
Baca juga: Polda Kaltim Kejar DPO Jakarta-Medan, Penyuplai Utama Liquid Narkoba ke Mantan Kasat Resnarkoba
Selain faktor lingkungan dan kemudahan akses obat, persoalan kesehatan mental (mental health) di kalangan remaja juga menjadi celah krusial yang menuntut kepekaan pihak sekolah serta orang tua.
Remaja masa kini sangat rentan mengalami stres, kecemasan (anxiety), hingga perilaku overthinking akibat tekanan sosial kelompoknya.
Baca juga: Polda Kaltim Ciduk Kasat Narkoba Polres Kukar Terkait Pasokan 70 Paket Liquid
"Hal-hal sederhana, seperti merasa berbeda dari teman-temannya karena sepatu atau jilbab yang digunakan, bisa membuat sebagian remaja menjadi baper dan overthinking. Kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi celah bagi penyalahgunaan narkotika," papar Fadholi.
Remaja yang tidak memiliki kemampuan menyaring informasi serta kecerdasan mengelola emosi di tengah kondisi mental yang rentan akan lebih mudah terpengaruh untuk mencari pelarian instan pada zat adiktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim