Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 24 JUNI 2026 • 09:34 WIB

8 Fakta Museum Mulawarman, Bekas Istana Kesultanan Kutai yang Menyimpan Ribuan Koleksi Bersejarah

8 Fakta Museum Mulawarman, Bekas Istana Kesultanan Kutai yang Menyimpan Ribuan Koleksi BersejarahMuseum Mulawarman. (Atourin)

KALTIM - Museum Mulawarman menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi ketika berada di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bangunan megah berwarna putih ini dahulu merupakan istana Kesultanan Kutai Kartanegara. Kini, bangunan tersebut menjadi tempat penyimpanan ribuan benda bersejarah yang menggambarkan perjalanan kerajaan, kesultanan, serta kehidupan masyarakat Kalimantan Timur.

Berikut sejumlah fakta menarik mengenai Museum Mulawarman.

1. Berlokasi di pusat Kota Tenggarong

Museum Mulawarman berada di Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lokasinya yang berada di kawasan pusat kota membuat museum ini mudah dijangkau oleh wisatawan. Museum tersebut juga berada tidak jauh dari Sungai Mahakam dan sejumlah destinasi bersejarah lainnya di Tenggarong. Keberadaannya menjadikan Museum Mulawarman salah satu pusat wisata sejarah dan kebudayaan terpenting di Kutai Kartanegara.

2. Dahulu merupakan istana Kesultanan Kutai Kartanegara

Sebelum difungsikan sebagai museum, bangunan Museum Mulawarman merupakan istana Kesultanan Kutai Kartanegara. Istana tersebut dibangun pada masa pemerintahan Sultan Aji Mohammad Parikesit, salah satu sultan yang pernah memimpin Kesultanan Kutai Kartanegara.

Pembangunan istana dimulai pada 1935 dan rampung pada 1938. Bangunan ini kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan sekaligus kediaman keluarga kesultanan.

Baca juga: 5 Spot Instagramable di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

3. Dibangun oleh perusahaan arsitektur Belanda

Bangunan bekas istana tersebut dikerjakan oleh perusahaan konstruksi asal Belanda, Hollandsche Beton Maatschappij atau HBM. Material bangunannya didominasi beton, mulai dari lantai, dinding, ruang bawah tanah, penyekat, hingga bagian atap. Penggunaan beton membuat bangunan ini berbeda dari istana tradisional di Indonesia yang umumnya banyak menggunakan material kayu.

Secara keseluruhan, desain Museum Mulawarman memperlihatkan perpaduan gaya arsitektur Eropa klasik dengan sejumlah unsur budaya lokal Kalimantan.

4. Diresmikan sebagai museum pada 1971

Setelah tidak lagi digunakan sebagai istana, bangunan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi tempat penyimpanan dan pelestarian benda-benda bersejarah. Pada 25 November 1971, Gubernur Kalimantan Timur Abdoel Wahab Sjahranie meresmikannya dengan nama Museum Kutai.

Selanjutnya, pada 18 Februari 1976, pengelolaan museum diserahterimakan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Namanya kemudian berubah menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur “Mulawarman”. Nama Mulawarman diambil dari salah satu raja terkenal Kerajaan Kutai Martadipura yang diperkirakan pernah berkembang di wilayah Kalimantan Timur.

5. Memiliki lebih dari 5.000 koleksi

Museum Mulawarman menyimpan lebih dari 5.000 koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Kalimantan Timur. Koleksi tersebut terbagi dalam berbagai kategori, seperti arkeologi, etnografi, geologi, biologi, filologi, keramik, seni rupa, sejarah, serta teknologi.

Tidak hanya peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara, museum ini juga menyimpan benda-benda yang menggambarkan kebudayaan masyarakat Dayak dan berbagai kesultanan lain di Kalimantan Timur. Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat mempelajari perkembangan kehidupan masyarakat Kalimantan dari masa kerajaan hingga masa modern.

Baca juga: Intip Daftar 6 Gua Prasejarah di Kutai Timur yang Kini Punya Penjaga Khusus

6. Menyimpan singgasana dan perhiasan Kesultanan Kutai

Salah satu daya tarik utama Museum Mulawarman adalah singgasana Kesultanan Kutai Kartanegara. Singgasana tersebut menjadi bagian penting yang menggambarkan kebesaran dan kehidupan keluarga kesultanan pada masa lalu. Selain singgasana, museum ini menyimpan sejumlah benda bersejarah lainnya, seperti kalung uncal, kura-kura emas, perhiasan keluarga kesultanan, senjata tradisional, pakaian kebesaran kesultanan, keramik kuno, mata uang lama, peralatan upacara adat, kain tradisional Kalimantan Timur, dan replika Prasasti Yupa. 

Museum ini juga memiliki koleksi keramik dari Cina dan Eropa yang menunjukkan adanya hubungan perdagangan serta pertukaran budaya antara masyarakat Kutai dengan bangsa-bangsa lain pada masa lalu.

7. Patung Lembuswana menjadi ikon museum

Di halaman depan Museum Mulawarman terdapat patung Lembuswana berwarna keemasan. Lembuswana merupakan makhluk mitologi yang menjadi simbol kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara. Makhluk ini digambarkan memiliki bentuk yang merupakan perpaduan beberapa jenis hewan.

Keberadaan patung tersebut menjadi salah satu ciri khas Museum Mulawarman dan kerap dijadikan lokasi berfoto oleh para pengunjung. Selain patung Lembuswana, halaman museum juga dihiasi taman dan berbagai ornamen yang mencerminkan identitas budaya Kutai.

8. Tempat mengenal sejarah Kalimantan Timur

Museum Mulawarman tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda lama, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk mengenal perjalanan sejarah Kalimantan Timur.

Melalui bangunan bekas istana, singgasana, perhiasan, senjata, pakaian adat, keramik, serta berbagai koleksi lainnya, pengunjung dapat melihat jejak kehidupan Kesultanan Kutai Kartanegara dan masyarakat Kalimantan Timur dari masa ke masa.

Keberadaan Museum Mulawarman juga menunjukkan pentingnya menjaga peninggalan sejarah agar tetap dapat dipelajari dan dikenal oleh generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dispar.kukarkab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

8 Fakta Museum Mulawarman, Bekas Istana Kesultanan Kutai yang Menyimpan Ribuan Koleksi Bersejarah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!