KALTIM - Dafa Zaidan El Fikri, dipastikan menjadi bagian dari skuad Timnas U-17 Indonesia yang akan berlaga di ajang prestisius, Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Skuad Garuda Muda, di bawah arahan pelatih Nova Arianto, telah tiba di Doha pada Jumat, (31/10/2025) lalu, untuk memulai perjuangan mereka di kancah sepak bola dunia tersebut.
Dafa Zaidan, yang lahir di Balikpapan pada 27 Oktober 2008, bukanlah wajah baru di tim nasional kelompok umur.
Ia telah mengenakan seragam Merah Putih sejak keikutsertaan Timnas U-17 di Piala Asia U-17 di Arab Saudi.
Perjalanan gemilang di Piala Asia itulah yang mengantar Dafa dan rekan-rekannya mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17.
Indonesia berhasil melaju ke babak delapan besar sebagai juara Grup C, sekaligus memastikan satu tempat di putaran final dunia.
"Kiprahnya di Qatar bukan hanya membawa nama Balikpapan dan Kaltim, tapi juga membuktikan bahwa anak daerah bisa berprestasi hingga level tertinggi." ujar Ratih Kusuma, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan kepada redaksi.
Di Qatar, Timnas U-17 Indonesia tergabung dalam grup yang cukup berat.
Perjuangan Garuda Muda akan dimulai dengan menghadapi tantangan dari Zambia pada Selasa, (04/11/2025), pukul 23.45 WITA, di Khalifa International Stadium, Doha.
Baca juga: Wujudkan Pemerataan Akses Pendidikan, Pemkot Balikpapan Bagikan 92.611 Seragam Gratis
Tiga hari kemudian, ujian sesungguhnya menanti, ketika mereka harus berhadapan dengan raksasa sepak bola dunia, Brasil, pada Jumat, (07/11/2025), pukul 23.45 WITA.
Fase grup akan ditutup dengan laga melawan Honduras pada Senin, (10/11/2025), pukul 22.45 WITA.
Menarik untuk dinantikan apakah Dafa Zaidan akan mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung dunia ini.
Ia harus bersaing ketat dengan sejumlah pemain diaspora yang juga memperkuat Timnas U-17.
Namun, semangat juang dan kerja keras yang ditunjukkannya membuat peluang tersebut tetap terbuka lebar.
Perjalanan karier Dafa hingga mencapai level internasional dimulai dari tempat bakatnya pertama kali diasah, yakni di Sekolah Sepak Bola (SSB) Satria Kurma Balikpapan.
Ketekunan dan disiplin tingginya membuatnya cepat menonjol.
Ia kemudian melanjutkan pengembangan bakatnya di Akademi Pandawa Football (AFP) Sukoharjo, lalu ke tim muda Persis Solo, sebelum akhirnya memperkuat tim lokal Borneo FC dan menembus skuad utama Timnas U-17 Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung