Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 07:05 WIB

Catat Tanggalnya! Festival Bahari Pulo Miang Jadi Andalan Event Kreatif Kutim Tahun Depan

Author

Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur. (Foto: Istimewa)

KALTIM - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur melalui Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) telah menetapkan serangkaian agenda besar untuk tahun 2026.

Salah satu yang diunggulkan adalah Festival Pulau Bahari Nusantara di Pulo Miang.

Kegiatan ini, bersama dengan dua event besar lainnya, disiapkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjadi daya tarik utama pariwisata daerah.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutai Timur, Akhmad Rifanie, mengatakan fokus program tahun depan adalah kegiatan yang bersifat rutin dan memberikan manfaat langsung bagi warga.

Baca juga: SMPN 4 Bontang Raih Juara 3 English Quiz di English Festival YPK 2025

"Kami lebih menekankan pada event-event yang rutin dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Rifanie mencontohkan bahwa event seperti Festival Lomplang atau Festival Bahari Muara Bengalon sebelumnya telah berhasil meningkatkan aktivitas pelaku UMKM dan sektor kuliner.

Ia menilai, kegiatan kreatif memiliki pengaruh besar.

"Event itu seperti masa libur, pengunjung datang, tempat wisata ramai, kuliner laku, dan penginapan penuh,” tuturnya.

Baca juga: Jelajahi Kelezatan Kuliner Lokal di Festival 'Jelajah Rasa' Bontang!

Untuk tahun mendatang, Dispar Kutim merencanakan tiga kegiatan utama yang menjadi sorotan yaitu Festival Pulau Bahari Nusantara di Pulo Miang, Kegiatan di Embong Banyulangit, Kombeng, dan Pekan Ekonomi Kreatif yang dijadwalkan berlangsung di Sangatta sekitar bulan November.

Semua kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah promosi budaya dan produk kreatif lokal.

Rifanie menekankan pentingnya profesionalisme dan kelokalan dalam setiap acara.

"Kegiatan tidak boleh asal dibuat, harus terkonsep dengan matang dan tetap mengangkat budaya lokal,” pungkasnya.

Selain melalui event, Dispar juga terus mengembangkan 17 subsektor kreatif, termasuk film dan musik, seperti dukungan terhadap lagu daerah “Sungai Sangata.”

Keterlibatan masyarakat lokal, kata Rifanie, juga sangat diutamakan untuk memperkuat identitas daerah dan memberikan dampak ekonomi yang merata di Kutai Timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU