Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 01:18 WIB

Kisah Guru SD Nurul Iman Bontang Bertahan di Kelas Darurat dengan Murid yang Terus Berkurang

Author

Sekolah Dasar (SD) Nurul Iman, Jalan R. E. Martadinata, Bontang. (Foto: Google Maps)
KALTIM -
Suara guru harus bersaing dengan kondisi darurat di Sekolah Dasar (SD) Nurul Iman, Jalan R. E. Martadinata, Bontang.

Di tengah keterbatasan sarana, pihak sekolah terpaksa melakukan improvisasi ekstrem dengan cara menyulap perpustakaan menjadi dua ruang kelas yang hanya dibatasi oleh dinding papan triplek.

Kondisi ini menjadi perjuangan harian bagi para pendidik, termasuk Rahmatiah, Wali Kelas I yang sudah mengabdi sejak tahun 2004.

"Ini sebenarnya perpustakaan. Tapi dibagi dua jadi Kelas I dan Kelas II. Kalau ujian, disatukan. Anak-anak kadang menunggu di luar dulu," cerita Rahmatiah, menggambarkan betapa rumitnya mengatur jadwal dan ruang belajar muridnya yang dilansir melalui KIM Info Sigap.

Keputusan menggunakan ruang perpustakaan darurat ini bukan tanpa alasan.

Baca juga: Pemkot Bontang Bongkar 3 Risiko Mengerikan Jika Kamu Nekat Nikah di Usia Sekolah

Rahmatiah menambahkan, banyak ruang kelas lain yang tidak digunakan karena kondisi gedungnya yang rusak dan rawan bagi siswa.

Dinding kayu yang berlubang dan sirkulasi udara yang buruk membuat ruangan-ruangan tersebut menjadi sarang nyamuk.

"Anak-anak sampai pernah DBD (Demam Berdarah Dengue) karena nyamuk. Banyak ruangan yang memang tidak laik," ungkap Rahmatiah prihatin.

Ancaman kesehatan ini menjadi risiko tambahan yang harus dihadapi para siswa di tengah keterbatasan fasilitas.

Baca juga: Semarak HUT ke-31 SMAN 2 Bontang, Gelar Pertandingan Antar Sekolah hingga Karnaval Budaya

Kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan ini berbanding lurus dengan penurunan drastis jumlah siswa.

Dulu, SD Nurul Iman pernah memiliki 150 siswa, namun kini hanya tersisa 79 siswa.

Data Kemendikdasmen mencatat siswa baru tahun ini pun hanya 12 orang.

Meski menghadapi ancaman kehilangan siswa dan gaji terbatas, Rahmatiah memastikan semangat para pendidik tak pernah padam.

“Siswa tetap datang dengan semangat meski harus belajar di kelas darurat,” ujar Rahmatiah.

Ia menambahkan bahwa dedikasi para guru di SD Nurul Iman luar biasa, tidak ada satu pun guru yang keluar meskipun harus mengajar di bawah kondisi serba kekurangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: KIM Info Sigap

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU