Karaoke Pantai Harapan di Jalan P. Diponegoro yang didatangi 60 personel gabungan dalam operasi besar-besaran pemberantasan narkotika. (Foto: Humas Polres Bontang)
KALTIM - Suasana di salah satu tempat hiburan malam di Bontang mendadak mencekam pada Minggu (14/12) malam.
Sekitar pukul 23.45 WITA, Karaoke Pantai Harapan di Jalan P. Diponegoro mendadak diserbu oleh 60 personel gabungan dalam operasi besar-besaran pemberantasan narkotika.
Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Bontang, IPTU Larto, S.H., dan Kepala BNK Bontang, Lulyana Ramdhani, S.Pd., M.Tr.A.P., ini bertujuan memerangi Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kota Bontang.
Tim gabungan ini melibatkan personel dari Polres, BNK, Kodim, Kejaksaan, Bakesbangpol, dan Satpol PP.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, seluruh pengunjung dan pekerja di lokasi langsung menjalani pemeriksaan ketat.
Baca juga: Dua Bulan Seleksi Ketat, Inilah Wajah-Wajah Baru Duta Anti Narkoba Bontang 2025!
Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, aparat memutuskan melakukan tes urine mendadak di tempat terhadap 90 orang yang ada di Karaoke Pantai Harapan.
Dari total sampel yang diambil, sebanyak 11 orang terindikasi positif menggunakan narkoba.
Rinciannya, 3 orang laki-laki dan 8 orang perempuan harus diamankan dan dibawa ke kantor untuk proses lebih lanjut.
Kepala BNK Bontang, Lulyana Ramdhani, menyatakan bahwa temuan ini menggarisbawahi urgensi penindakan di tempat-tempat hiburan.
Baca juga: Pengedar Narkoba di Bontang Ditangkap, Sembunyikan Sabu di Botol Permen
“Temuan ini sangat mengkhawatirkan. Sebanyak 11 orang terindikasi positif telah diamankan. Ini menunjukkan bahwa upaya penyalahgunaan narkoba masih marak terjadi, dan kami akan menindaklanjuti mereka sesuai prosedur rehabilitasi atau hukum,” tegas Lulyana Ramdhani.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bontang, IPTU Larto, S.H., menegaskan bahwa operasi ini merupakan peringatan keras bagi para pelaku dan pengelola tempat hiburan.
“Aksi ini bukan yang terakhir. Kami tegaskan, operasi gabungan akan terus kami lakukan sewaktu-waktu. Kami tidak akan membiarkan Bontang menjadi sarang peredaran narkoba. Siapa pun yang terlibat, baik pengunjung maupun pengelola, akan kami tindak tegas!” ancam IPTU Larto.
Operasi ini berakhir pada pukul 01.40 WITA dan berlangsung dalam situasi aman terkendali, namun meninggalkan pesan keras bagi seluruh masyarakat Kota Bontang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Polres Bontang