KALTIM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan di Auditorium 3D pada Selasa (30/12) pagi.
Acara dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya Raker ini sebagai momentum strategis untuk menjadikan Bontang sebagai kota penghasil atlet berprestasi.
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI ini dihadiri oleh jajaran pengurus KONI, perwakilan cabang olahraga (cabor) se-Kota Bontang, Kepala Bidang Olahraga Dispopar, Andi Parenrengi, serta Wakil Ketua IV KONI Provinsi Kalimantan Timur, Firmanuddin Jafar.
Mewakili Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan bahwa Raker bukan sekadar kewajiban konstitusi, melainkan forum vital untuk memperkuat silaturahmi, menyamakan persepsi, dan mengevaluasi kinerja pembinaan olahraga.
"Forum ini sangat penting untuk memastikan seluruh elemen olahraga bergerak seirama dalam meningkatkan prestasi, sekaligus membangun karakter sumber daya manusia yang tangguh,” ujar Wawali.
Komitmen Pemkot Bontang sejalan dengan agenda nasional, khususnya pilar keempat Asta Cita Presiden, yang menekankan penguatan SDM, pendidikan, kesehatan, dan prestasi olahraga.
Menurutnya, pembangunan pendidikan formal dan pembinaan olahraga harus berjalan beriringan demi kemajuan kota.
Agus Haris juga menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian olahraga Kota Bontang, target perolehan 60 medali emas pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur berhasil dilampaui secara signifikan dengan raihan 70 medali emas.
“Capaian ini patut kita banggakan karena diraih murni oleh atlet lokal hasil binaan cabang olahraga di Kota Bontang. Ini menunjukkan pembinaan kita berada di jalur yang tepat,” tegasnya, seraya berpesan bahwa Bontang harus membuktikan diri bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota penghasil atlet berprestasi.
Raker KONI Bontang kali ini mengusung tagline “Bontang Berbenah, Cabor Bangkit, Atlet Lokal Berprestasi”.
Agenda utama adalah konsolidasi dan penyusunan strategi menghadapi tantangan olahraga ke depan.
Tantangan tersebut meliputi Porprov VIII 2026 di Kabupaten Paser, Pelaksanaan POPDA 2027 di Bontang dengan target juara umum, dan Meloloskan sebanyak mungkin atlet lokal menuju BK PON dan PON 2028 di NTT–NTB.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Kota Bontang, Jamaluddin, melaporkan berbagai capaian dan persiapan matang.
Untuk Porprov 2026, KONI Bontang berencana mengirimkan 56 cabang olahraga dengan mengandalkan atlet-atlet murni binaan KONI.
“Kami akan mengikutsertakan atlet lokal yang masuk zona medali dan siap bersaing di Porprov,” kata Jamaluddin.
Wawali berpesan kepada seluruh cabor dan organisasi fungsional agar memanfaatkan Raker ini untuk menyusun program kerja tahun 2026 yang terukur, realistis, dan berorientasi pada prestasi atlet lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang