KALTIM - Di kalangan pengguna jalan, terutama para sopir truk dan travel lintas kota, kawasan ini menyimpan mitos Hantu Kelaparan yang telah menjadi bagian dari identitas mistis jalur paling sibuk di Kalimantan Timur ini.
Kawasan yang minim penerangan dan dikelilingi hutan lebat ini sering kali menghadirkan atmosfer mencekam saat malam hari, memicu lahirnya berbagai kesaksian tentang sosok-sosok yang sulit dinalar secara logika.
Mitos Sosok yang Meminta Tumpangan
Salah satu inti dari legenda Hantu Kelaparan di Bukit Soeharto adalah kemunculan sosok misterius yang mencoba menghentikan kendaraan di pinggir jalan yang sepi.
Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang secara turun-temurun, sosok ini sering menampakkan diri sebagai wanita berbaju putih atau kakek tua dengan wajah yang tampak sangat lesu dan kebingungan.
Baca juga: Menelusuri Jejak Mistis Gunung Menangis di Jalur Bontang-Samarinda
Warga lokal dan para pengendara senior percaya bahwa sosok-sosok ini adalah manifestasi dari energi masa lalu yang kelam.
Mitosnya, mereka adalah representasi dari jiwa-jiwa yang tak tenang dari masa penjajahan, yang hingga kini masih mencari jalan pulang atau sekadar menampakkan diri kepada pelintas yang pikirannya sedang kosong.
Kaitan dengan Sejarah Kelam Romusha
Bukan tanpa alasan mitos ini disebut sebagai Hantu Kelaparan. Sejarah mencatat bahwa sebagian kawasan Bukit Soeharto dulunya merupakan lokasi kerja paksa (romusha) di bawah kekuasaan tentara Jepang.
Konon, ribuan pekerja gugur akibat kelaparan, kelelahan, dan penyakit, lalu dikuburkan begitu saja di dalam hutan tanpa tanda.
Baca juga: Sisi Mistis Smanda Bontang yang Melegenda di Kalangan Pelajar
Legenda tentang barisan orang yang berjalan menembus kabut sebelum akhirnya menghilang di kegelapan hutan sering dikaitkan dengan jejak sejarah kelam ini.
Para pelintas yang merasa diikuti biasanya akan segera membunyikan klakson sebagai bentuk izin untuk lewat, sebuah tradisi lokal yang dianggap sebagai etika menghargai penghuni lama di kawasan tersebut.
Suara-Suara Misterius di Tengah Sunyi
Selain penampakan, banyak saksi mata yang mengalami kejadian aneh saat kendaraan mereka mogok atau terpaksa berhenti di area Bukit Soeharto pada malam hari.
Baca juga: Mengenal Cerita Rakyat di Balik Pesona Pulau Beras Basah
Suara-suara seperti orang memanggil nama, rintihan tangis, hingga suara derap langkah kaki di atas dedaunan kering sering terdengar memecah kesunyian, meskipun tidak ada siapa pun di sekitar lokasi.
Etika dan Keselamatan Berkendara
Meski kental dengan balutan mitos, masyarakat setempat selalu mengingatkan adanya risiko nyata di jalur ini.
Tikungan tajam, tanjakan curam, dan permukaan jalan yang licin saat hujan sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan.
Untuk itu, terdapat aturan tidak tertulis yang sering dibagikan untuk menjaga keselamatan diantaranta hindari berbicara sombong atau menantang mahluk halus di sepanjang perjalanan, gangguan mistis maupun fisik sering kali muncul saat pengendara sedang mengantuk atau melamun.
Selain itu membunyikan klakson satu atau dua kali di titik-titik yang dianggap rawan sebagai simbol permisi dan tanda waspada bagi pengendara lain.
Hingga saat ini, apakah hal tersebut sekadar imajinasi karena kelelahan fisik atau memang ada fenomena metafisika, mitos Bukit Soeharto tetap menjadi bumbu perjalanan yang tak terpisahkan bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber