Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 21:30 WIB

Jelang Pasar Ramadan di Berau, Masjid Agung Baitul Hikmah Tambah Tenda dari Surabaya demi Akomodir UMKM

Author

Ilustrasi Takjil di Pasar Ramadhan. (Foto: Cn0ra/istockphoto)
KALTIM -
Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang rutin digelar setiap tahun di halaman masjid.

Kegiatan ini kembali menjadi bagian dari upaya menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau.

Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi, menegaskan bahwa agenda tahunan ini tidak hanya berorientasi pada jual beli, tetapi juga sebagai sarana memakmurkan masjid melalui kegiatan sosial dan ekonomi umat.

“Pasar Ramadan ini sudah menjadi tradisi tahunan. Selain membantu pelaku usaha kecil, juga menjadi bagian dari syiar dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci,” ungkap Kafrawi saat ditemui di ruang kerjanya.

Tingginya minat para pedagang membuat pihak panitia harus bekerja ekstra guna memastikan seluruh pelaku usaha dapat terakomodir dengan baik di lahan yang tersedia.

Baca juga: Menghitung Hari Menuju Ramadhan 1447 H, Muhammadiyah Pastikan 1 Ramadhan Jatuh pada 18 Februari

Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa minat pedagang sangat luar biasa, di mana jumlah pemohon tenda tunggal telah mencapai 15 pedagang dan fasilitas meja yang disiapkan panitia sebanyak 42 unit telah terisi.

Guna mengakomodir tingginya antusiasme tersebut, panitia memutuskan untuk menambah sembilan unit tenda tambahan yang saat ini dalam proses pengiriman dari Surabaya menuju Berau.

Dengan adanya penambahan ini, kuota tenda bagi pelaku UMKM secara resmi dinyatakan telah penuh, meskipun pendaftaran untuk sektor Pedagang Kaki Lima (PKL) masih dibuka secara terbatas.

Terkait teknis penyewaan, pihak pengurus menetapkan biaya kontribusi yang bervariasi sesuai dengan fasilitas yang didapatkan.

Untuk tenda tunggal, biaya sewa ditetapkan sebesar Rp2,5 juta, sedangkan tenda dengan fasilitas meja dikenakan biaya Rp1,25 juta untuk durasi 27 hari pelaksanaan.

Baca juga: Lembaga Amil Zakat Resmi di Kutai Kartanegara Siapkan Insentif Harian bagi Relawan Ramadan 2026

Sementara itu, tercatat sebanyak 71 pedagang PKL telah mendaftar dengan kontribusi sebesar Rp500 ribu.

Tak hanya pedagang mandiri, pasar ini juga akan dimeriahkan oleh 10 UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang akan menempati area khusus di halaman masjid.

Persiapan fisik berupa pembangunan tenda direncanakan mulai dilakukan pada 6 atau 7 Februari 2026 dengan target penyelesaian sebelum 14 Februari 2026.

Selain kesiapan infrastruktur, pihak masjid sangat menekankan kualitas produk yang dijual.

Pada pertengahan Februari mendatang, seluruh pedagang akan dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan mengenai standar pengolahan kuliner.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap penggunaan bahan berbahaya atau pewarna non-pangan pada menu berbuka puasa.

"Kami ingin sejak awal pedagang sudah mendapatkan pemahaman tentang keamanan pangan, bahan berbahaya, penggunaan pewarna, serta kehalalan produk,” tegas Kafrawi.

Langkah inisiatif ini diambil karena pihak masjid menyadari bahwa pengawasan dari instansi terkait biasanya baru dilakukan pada pertengahan bulan Ramadan, sehingga pembekalan di awal menjadi sangat krusial bagi keselamatan konsumen.

Baca juga: Inilah Daftar Pasar Terbesar di Kaltim yang Jadi Pusat Grosir Antar Daerah

Selain aspek kesehatan pangan, pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah juga memberikan perhatian khusus pada aspek perlindungan jiwa para pedagang.

Berkaca dari pengalaman adanya kecelakaan saat pedagang berbelanja bahan baku di tahun sebelumnya, pihak masjid kembali memfasilitasi pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi para PKL.

Fasilitas ini rutin diberikan setiap tahun sebagai bentuk jaminan keamanan selama para pedagang beraktivitas di lingkungan pasar Ramadan.

Menutup keterangannya, Kafrawi menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Pasar Ramadan di Berau ini adalah untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ia berharap suasana religius tetap terjaga melalui aksi saling berbagi, seperti tradisi para pedagang yang sering menyumbangkan takjil untuk jamaah masjid.

"Ini yang kami harapkan, suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan keberkahan,” kuncinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Portalberau.online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU