Sabtu, 18 APRIL 2026 • 01:50 WIB

Update Harga Sapi Kurban Kaltim 2026

Author

Sapi Kurban. (Foto: Rajesh Rajput/unsplash.com)
KALTIM -
Persiapan menyambut Idul Adha 1447 H di Kalimantan Timur mulai memasuki fase sibuk.

Masyarakat kini mulai memantau pergerakan harga sapi kurban yang menjadi pilihan utama untuk ibadah kolektif.

Berdasarkan pemantauan di sejumlah titik pengepul besar di wilayah Balikpapan dan Samarinda, ketersediaan stok sapi cukup beragam, mulai dari jenis lokal hingga sapi berbobot jumbo.

Baca juga: Harga Kambing Kurban di Kaltim Naik 15 Persen Tahun Ini

Sapi Bali dan PO Jadi Pilihan Utama

Hingga saat ini, sapi jenis Bali tetap menjadi primadona di pasar hewan Kalimantan Timur.

Ketahanan tubuhnya terhadap iklim lokal serta persentase karkas daging yang tinggi menjadikannya pilihan favorit panitia kurban di masjid-masjid.

Selain itu, sapi Peranakan Ongole (PO) juga banyak dicari karena memiliki postur yang khas dan bobot yang stabil.

Berikut rincian estimasi harga sapi kurban 2026 di Kalimantan Timur:

  • Sapi Bali (Bobot 250-300 kg): Dibanderol pada kisaran Rp18.500.000 - Rp22.000.000.
  • Sapi PO (Peranakan Ongole): Berada di kisaran Rp21.000.000 - Rp26.000.000.

Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Avtur Internasional di Indonesia Melonjak 80 Persen

Segmen Jumbo: Limousin dan Simmental

Bagi masyarakat atau lembaga yang menginginkan hewan kurban dengan ukuran fantastis, sapi jenis Limousin dan Simmental kini semakin mudah ditemukan di pengepul besar Kaltim.

Untuk kategori sapi "raksasa" ini, harga yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung pada kualitas otot dan bobotnya.

  • Sapi Limousin/Simmental: Harga dipatok mulai dari Rp35.000.000 hingga menembus angka di atas Rp70.000.000 per ekor untuk kualitas premium.

Baca juga: A7X Kembali ke Jakarta! Intip Daftar Harga Tiket Konser Avenged Sevenfold di JIS

Efisiensi Melalui Sistem Patungan

Melihat pergerakan harga tersebut, sistem patungan atau kurban kolektif untuk 7 orang masih menjadi solusi paling efektif bagi warga.

Jika kelompok memilih sapi Bali standar seharga Rp21.000.000, maka setiap anggota hanya perlu mengalokasikan dana sebesar Rp3.000.000.

Angka ini dinilai lebih ekonomis dan memberikan porsi daging yang memuaskan dibandingkan berkurban kambing secara individu dengan harga yang setara.

Baca juga: Kabar Gembira! Pemerintah Jamin Harga BBM Non-Subsidi Tak Berubah di Bulan April

Jaminan Kesehatan dengan e-Ear Tag

Pemerintah melalui dinas terkait juga mengimbau pekurban untuk jeli memeriksa kesehatan hewan.

Pastikan sapi yang dibeli telah memiliki e-ear tag (anting telinga elektronik).

Keberadaan anting ini berfungsi sebagai identitas resmi bahwa sapi tersebut telah mendapatkan vaksinasi lengkap dan dinyatakan bebas dari ancaman Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU