Kambing Kurban. (Foto: Vegan Ozis/unsplash.com)
KALTIM - Menjelang peringatan Idul Adha 1447 H yang diprediksi jatuh pada Juni mendatang, para calon jemaah kurban di Kalimantan Timur diimbau untuk mulai menghitung estimasi anggaran.
Pasalnya, harga hewan kurban di wilayah Samarinda, Balikpapan, dan sekitarnya diprediksi akan mengalami tren kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Di Tengah Kenaikan Angka Kemiskinan, Anggaran Belanja Rokok Malah Meroket
Berdasarkan pantauan di sejumlah sentra peternakan lokal, seperti di kawasan Samarinda Utara dan Balikpapan Timur, kenaikan harga kambing kurban tahun 2026 ini diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh tingginya biaya logistik pengiriman hewan serta melonjaknya harga pakan ternak di tingkat peternak.
Berikut adalah estimasi kisaran harga kambing kurban di lapak Kalimantan Timur untuk tahun ini:
Baca juga: Harga Bawang & Daging Naik Tipis Jelang Natal, Wawali Bontang: Stok Aman, Kenaikan Masih Wajar
Selain menyiapkan dana ekstra, masyarakat juga diminta tetap mengedepankan kualitas hewan kurban sesuai syariat Islam.
Harga yang tinggi bukan satu-satunya tolok ukur, calon pembeli wajib memastikan kambing sudah cukup umur yang ditandai dengan tanggalnya gigi depan atau sudah "kupak" (minimal usia 1 tahun).
Selain faktor umur, fisik hewan harus dipastikan sempurna tanpa cacat, seperti tidak buta, tidak pincang, dan telinga tidak rusak.
Hewan yang sehat biasanya terlihat dari gerakannya yang lincah dan nafsu makan yang baik.
Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Avtur Internasional di Indonesia Melonjak 80 Persen
Untuk menyiasati kenaikan harga, calon pembeli disarankan untuk bertransaksi langsung di lokasi peternakan.
Membeli langsung dari tangan pertama biasanya jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli di lapak musiman pinggir jalan, karena harga di lapak umumnya sudah mencakup biaya sewa tempat dan biaya operasional pedagang dadakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber