Sabtu, 18 APRIL 2026 • 02:05 WIB

Hanya Ada Dua di Dunia, Keajaiban Alam Danau Kakaban Kaltim Terus Jadi Incaran Turis Global

Author

Berenang bersama ubur-ubur di Danau Kakaban, Berau. (Foto: indonesiajuara.asia)
KALTIM -
Kalimantan Timur kembali membuktikan posisinya sebagai pemilik aset wisata langka yang diakui dunia melalui Danau Kakaban.

Terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, destinasi ini menyandang status sebagai salah satu Keajaiban Alam yang sangat eksklusif.

Dilansir melalui laman resmi Indonesia Travel (Kemenparekraf), fenomena danau ubur-ubur purba serupa diketahui hanya ditemukan di dua tempat di seluruh dunia, yakni di Kepulauan Derawan Indonesia dan Kepulauan Palau di Samudra Pasifik.

Baca juga: Cara Menuju Pulau Kakaban dan Etika Snorkeling yang Benar

Laboratorium Evolusi Jutaan Tahun

Daya tarik utama Danau Kakaban terletak pada ribuan ubur-ubur yang telah terperangkap di dalam danau air payau selama jutaan tahun.

Akibat terisolasi dari lautan lepas dan hidup di lingkungan tanpa predator alami, ubur-ubur ini mengalami evolusi unik dengan kehilangan kemampuan menyengatnya secara total.

Berdasarkan data dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL), keunikan ini menjadikannya laboratorium alam yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan dunia.

Tanpa adanya ancaman dari pemangsa, sistem pertahanan diri ubur-ubur berupa sengat perlahan menghilang, sehingga memungkinkan manusia untuk berenang bebas di antara mereka tanpa rasa khawatir.

Baca juga: Danau Ubur-ubur Makin Cantik! Jalur Boardwalk Kakaban Kini Mencapai 600 Meter

Menjaga Keajaiban Alam dari Kerusakan

Meskipun ubur-ubur ini tidak berbahaya bagi manusia, kondisi sebaliknya justru berlaku bagi manusia bisa menjadi ancaman serius bagi kelestarian mereka.

Tubuh ubur-ubur Kakaban sangat lunak dan rentan terhadap perubahan kimiawi air serta benturan fisik.

Oleh karena itu, pemerintah daerah memberlakukan standar operasional yang ketat bagi setiap pengunjung.

Mengutip panduan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Berau, wisatawan dilarang keras menggunakan sunblock atau tabir surya saat berenang karena residu kimianya dapat merusak kualitas air dan meracuni biota danau.

Selain itu, penggunaan kaki katak (fins) tidak diperbolehkan agar tidak melukai tubuh ubur-ubur saat pengunjung bergerak di dalam air.

Baca juga: Bukan Derawan, Pulau Maratua Jadi Magnet Terkuat Wisatawan Mancanegara di Berau

Masa Depan Ekowisata Kaltim

Keberhasilan menjaga Danau Kakaban merupakan langkah krusial dalam mempertahankan reputasi Kalimantan Timur sebagai destinasi ekowisata kelas dunia.

Komitmen kolektif antara pemerintah dan pelancong menjadi kunci utama agar Keajaiban Alam di tanah Borneo ini tetap lestari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU