Selasa, 28 APRIL 2026 • 12:18 WIB

Menjelajahi Kemegahan Vihara dan Kelenteng Ikonik di Balikpapan

Author

Vihara Eka Dharma Manggala. (Foto: Hon Yean Ng/Googlemapa.com)

KALTIM - Kalimantan Timur terus membuktikan diri sebagai rumah bagi keberagaman.

Salah satu cerminan indahnya toleransi di "Benua Etam" terpancar melalui kemegahan arsitektur tempat ibadah umat Buddha dan Konghucu.

Di Balikpapan, Vihara dan Kelenteng kini bukan sekadar pusat spiritualitas, melainkan destinasi wisata religi yang menyimpan nilai sejarah akulturasi budaya Oriental di tanah Borneo.

Baca juga: Tak Hanya Tempat Ibadah, Gubernur Kaltim Ingin Setiap Masjid Lahirkan Qari dan Kader Muslim Unggul

Keindahan Putih-Emas dan Ukiran Naga

Daya tarik utama wisata religi ini terletak pada dua bangunan ikonik di Kota Minyak.

Pertama adalah Vihara Eka Dharma Manggala.

Bangunan ini sangat menonjol dengan nuansa putih dan emasnya yang memberikan kesan tenang, elegan, dan suci.

Arsitekturnya yang bersih menjadikannya salah satu titik paling estetis bagi siapa pun yang melintas di kawasan tersebut.

Tak kalah memukau, berdiri kokoh di dekat pelabuhan adalah Kelenteng Setya Dharma.

Kelenteng ini menawarkan pemandangan yang sangat kontras namun harmonis, deretan lampion merah yang menyala serta ukiran naga yang detail di setiap pilar bangunan.

Arsitektur klasik Tiongkok ini menjadi saksi bisu perjalanan etnis Tionghoa yang telah menyatu dengan kearifan lokal Kalimantan Timur selama puluhan tahun.

Baca juga: Tak Perlu ke Myanmar, Balikpapan Punya Replika Pagoda Shwedagon di Vihara Eka Dharma Manggala

Panduan Berwisata yang Santun

Kelenteng Setya Dharma. (Foto: David Limoris/Google Maps)
Bagi wisatawan yang ingin mengagumi keindahan seni arsitektur ini, pengelola senantiasa terbuka namun menekankan pentingnya menjaga kesucian tempat.

Berikut adalah etika yang wajib dipatuhi:

  1. Berpakaian Sopan: Pastikan menggunakan pakaian yang tertutup dan rapi sebagai bentuk penghormatan.
  2. Menjaga Keheningan: Dilarang keras mengganggu umat yang sedang melakukan prosesi ritual atau meditasi.
  3. Prosedur Dokumentasi: Mintalah izin kepada petugas atau penjaga jika ingin mengambil foto, terutama di area sensitif seperti altar utama.

Melalui kepatuhan terhadap etika ini, keindahan akulturasi budaya di Balikpapan dapat dinikmati tanpa mengurangi nilai spiritual yang ada di dalamnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU