Ilustrasi Tol Samarinda - Bontang
INDOZONE.ID - Proyek pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Kota Samarinda dan Kota Bontang direncanakan mulai berjalan pada 2028 mendatang.
Proyek ini diprediksi menelan biaya sekitar Rp 15 triliun dan dibagi menjadi empat seksi pengerjaan.
Tol sepanjang 95,62 kilometer ini akan melintasi tiga kabupaten/kota di Kalimantan Timur, yaitu Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dan Kota Bontang.
Baca juga: Monitoring Dampak Pembangunan Tol di Sleman, Ini Kata Komisi B DPRD DIY
Menurut data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek ini terbagi dalam beberapa tahapan:
1. Seksi I (23,5 km): Menghubungkan Kecamatan Palaran hingga Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto.
2. Seksi II (24 km): Dari Bandara APT Pranoto ke Kecamatan Sambera.
3. Seksi III (22,5 km): Dari Kecamatan Sambera ke Kecamatan Marangkayu.
4. Seksi IV (24 km): Dari Kecamatan Marangkayu ke Kota Bontang.
Andi Sofyan Hasdam, Ketua Komite I DPD RI, meyakinkan bahwa proyek ini akan terealisasi.
Baca juga: Tanah Urug Pembangunan Tol Jogja-Bawen Ancam Lebih dari 300 Makam, Warga Setop Pembangunan
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim periode 2025–2029.
“Jalan tol itu insyaallah jadi. Saya sudah bicara dengan Bappenas. Mungkin masih agak tertunda karena kemarin masih pengesahan anggaran. Tapi kalau dari sisi kepentingannya, itu insyaallah jadi. Bahkan itu (pembangunannya) sampai ke Kutai Timur. Saya akan terus monitor itu,” ujar Andi saat diwawancarai di Kantor Perwakilan DPD RI, Selasa (5/8/2025) yang dilansir pada bekesah.co.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bekesah.co