Kolaborasi Pemuda dan Nelayan Pesisir Ciptakan Gerakan Positif di Berbas Pantai (Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
KALTIM - Pemuda-pemudi RT 04 Berbas Pantai dan Kelompok Nelayan Kakap Putih 2 kini bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk LAZ BMBU (Baitul Mall Barakatull Ummah), IPBP (Ikatan Pemuda Berbas Pantai), PT Badak, Paguyuban Jogjakarta, dan Viking Club.
Kerja sama ini berfokus pada serangkaian kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi angin segar bagi warga pesisir.
Baca juga: 5 Nelayan Aceh Bebas Setelah Ditahan di Thailand, 13 Lainnya Masih Proses Hukum
Salah satu inisiator kegiatan, Ketua RT 04 Berbas Pantai, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama untuk membangun daerah.
"Kami menyadari, pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan menggandeng berbagai pihak, kami bisa menjangkau lebih banyak program, mulai dari peningkatan keterampilan hingga pelestarian lingkungan," ujarnya dalam sebuah wawancara.
Sementara itu, perwakilan dari Kelompok Nelayan Kakap Putih 2, menyambut baik inisiatif ini.
Baca juga: Hilang Saat Melaut, Nelayan Aceh Utara Berhasil Dievakuasi di Perairan Thailand
Menurutnya, nelayan tidak hanya butuh alat tangkap, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan potensi lain.
"Selama ini, kami fokus melaut. Dengan kerja sama ini, kami diajak berpikir lebih luas, misalnya bagaimana cara mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi atau mengemas kawasan kami menjadi destinasi wisata," kata Subiyanto.
Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan untuk masa depan.
Baca juga: Festival Kalibaru 2025, Warga Pesisir Tumpah Ruah Rayakan Budaya Lokal
Dengan sinergi yang kuat antara pemuda, nelayan, lembaga sosial, perusahaan, dan komunitas, Berbas Pantai diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pengelolaan wilayah pesisir berbasis komunitas.
LAZ BMBU juga turut menambahkan bahwa program ini adalah investasi sosial jangka panjang.
"Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberdayakan. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, masyarakat bisa mandiri dan menciptakan kesejahteraan mereka sendiri," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung