Generated AI
KALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil langkah serius untuk mengatasi maraknya aksi balap liar di jalanan umum yang membahayakan warga.
Sebagai solusi, pasangan kepala daerah Neni Moerniaeni dan Agus Haris mengusung program pembangunan sirkuit balap permanen.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa Pemkot telah meninjau lokasi potensial untuk pembangunan arena balap tersebut.
Lokasi yang paling dipertimbangkan adalah lahan eks terbang layang di kawasan Bontang Lestari.
Baca juga: Polresta Kota Malang Gelar Patroli, Puluhan Motor Balap Liar Diamankan
Peninjauan lapangan sudah dilakukan pada Selasa (8/4/2025) lalu.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan kondisi geografis dan struktur tanahnya yang dinilai lebih ideal.
"Kalau dari aspek lahan sudah enak kalau dibangun. Karena bukan pasir,” kata Neni.
Balap liar yang kerap menggunakan jalan umum di Bontang selama ini dipandang sangat membahayakan keselamatan pengendara lain dan masyarakat.
Baca juga: Kepolisian Amankan Kendaraan Balap Liar di Jalan Sulawesi, Sapa Barat
Dengan adanya sirkuit, kegiatan balapan dan kejuaraan resmi dapat diselenggarakan di lokasi yang aman dan terisolasi.
Meski lahan telah ditentukan, proses pembangunan sirkuit ini memerlukan perencanaan matang.
Wali Kota Neni menargetkan pembangunan akan dimulai paling lambat antara tahun 2026 atau 2027.
“Paling lambat 2026 atau 2027. Karena masih harus perencanaan dulu. Terpenting ada lahannya,” jelasnya, sembari meminta dukungan dari masyarakat agar janji politik ini dapat terealisasi.
Dalam waktu dekat, Pemkot akan segera menyusun kajian perencanaan secara rinci terkait program sirkuit ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber