Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 17:22 WIB

Lawan Gempuran Digital: Kaltim Jadikan Olahraga Tradisional 'Wajib' di Panggung Nasional

Lawan Gempuran Digital: Kaltim Jadikan Olahraga Tradisional Wajib di Panggung NasionalDispora Kaltim Jadikan Olahraga Tradisional 'Wajib' di Panggung Nasional. (Foto: PPID Prov. Kalimantan Timur)
KALTIM -
Di tengah riuh rendah kemajuan teknologi dan dentuman musik modern di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (18/10/2025), sebuah pemandangan kontras menarik perhatian pengunjung Kaltim Exhibition 2025.

Sekelompok anak muda tampak antusias memainkan enggrang dan cekatan melepaskan sumpit bambu ke sasaran, membawa pesan budaya yang kuat dari Bumi Etam.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur kembali memeriahkan ajang tahunan ini dengan memilih fokus yang unik: perpaduan antara energi olahraga prestasi dan pelestarian tradisi yang kian terancam punah.

"Dispora itu setiap tahun selalu mengisi kegiatan ini. Kita menampilkan olahraga tradisional seperti sumpit, enggrang, dan gasing, juga ada senam modern,” ujar Sekretaris Dispora Kaltim, Sri Wartini, usai memimpin senam bersama peserta.

Baca juga: 5 Camilan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka

Sri Wartini menegaskan bahwa pengembangan dan pelestarian olahraga tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas Dispora, sejajar dengan pembinaan olahraga prestasi.

Dalam upaya melawan gempuran era digital yang membuat olahraga tradisional mulai jarang dijumpai, Dispora Kaltim mengambil langkah serius.

Mereka menurunkan para atlet terbaik yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya lokal.

"Kita turunkan atlet yang membidangi olahraga tradisional maupun senam. Mereka ini atlet PON, tapi tetap mau tampil untuk memperkenalkan budaya daerah,” jelasnya dengan bangga.

Baca juga: Nasi Goreng Kampung: Kuliner Favorit dengan Sentuhan Tradisional

Hal ini membuktikan komitmen daerah untuk menjadikan olahraga tradisional sebagai warisan yang harus dijaga.

"Olahraga tradisional itu bagian dari tugas kami, tidak hanya olahraga prestasi. Kita kembangkan supaya tidak punah,” tegas Sri Wartini.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pelestarian ini tidak berhenti di pameran.

Kaltim juga aktif mengirimkan perwakilan dalam berbagai kejuaraan antarwilayah, termasuk Sukan Borneo, ajang yang mempertemukan atlet dari Kalimantan dan Malaysia Timur.

"Di tengah kemajuan zaman, jangan sampai olahraga tradisional hilang. Ini identitas kita, warisan yang harus dijaga,” ujarnya menutup dengan senyum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Porprov Kaltim

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lawan Gempuran Digital: Kaltim Jadikan Olahraga Tradisional 'Wajib' di Panggung Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!