Gubernur meninjau langsung kondisi fisik di lapangan. (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
KALTIM - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan komitmennya untuk mengubah citra Kota Bontang.
Kunjungan kerjanya baru-baru ini berfokus pada peninjauan proyek rekonstruksi trotoar dan drainase, mendorong Bontang untuk bertransformasi dari sekadar kota industri menjadi model kota yang ramah dan berorientasi pada pejalan kaki.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan Bantuan Keuangan dari Pemprov Kaltim, yang digunakan untuk rekonstruksi trotoar dan drainase, berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata.
Gubernur meninjau langsung kondisi fisik di lapangan, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus benar-benar memanusiakan pejalan kaki.
Baca juga: Bontang Bertekad Jadi Kota Penghasil Atlet Berprestasi, Wawali Agus Haris Buka Raker KONI
Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menekankan bahwa fasilitas publik yang dibangun harus inklusif.
Ia tidak ingin trotoar hanya menjadi hiasan, melainkan harus aman dan nyaman dinikmati oleh semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Selain itu, fungsi drainase yang dibangun harus optimal untuk mitigasi genangan air dan banjir.
"Trotoar bukan hanya soal estetika kota, tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kualitas pengerjaan harus benar-benar diperhatikan, termasuk drainasenya, agar tidak menimbulkan genangan,” ujar Rudy Mas’ud.
Ia secara khusus mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk mengadopsi praktik terbaik (best practice) dari pembangunan trotoar kota-kota besar, bahkan mencontoh standar yang diterapkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita bisa belajar dari kota-kota besar seperti Jakarta, bahkan dari trotoar yang ada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Standarnya sudah jelas, tinggal kita sesuaikan dengan kondisi daerah,” ungkap Gubernur, memberikan arahan agar Bontang dapat memiliki infrastruktur pejalan kaki kelas atas.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang mendampingi Gubernur, menjelaskan bahwa Pemkot Bontang menanggapi arahan tersebut dengan serius.
Hingga saat ini, penanganan trotoar di Kota Bontang telah mencapai hampir 10 kilometer dan terus dipulihkan secara bertahap.
Agus Haris menambahkan bahwa rekonstruksi trotoar dilakukan bersamaan dengan pemasangan penerangan jalan dan lampu khusus pejalan kaki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim